Satpol PP Segel Lagi PT MJS, Kalau Melanggar Lagi Bakal Diproses Hukum

GENDING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kecolongan atas kejadian kecelakaan kerja Sabtu lalu (6/7), di PT Mandiri Jaya Succesindo (MJS). Pasalnya, Satpol PP Kabupaten Probolinggo sejatinya sudah pernah menyegel dan menutup sementara pabrik pengolahan kayu yang berlokasi di Pajurangan, Kecamatan Gending tersebut pada April lalu.

DIWARNING: Dalam penyegelan yang kedua, Satpol PP akan terus memonitoring. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun sayang, penyegelan yang pernah dilakukan aparat penegak perda, dianggap angin lalu oleh PT MJS. Terbukti adanya kegiatan operasi di dalam pabrik, hingga kemudian mengakibatkan Heru Lintang Cahyono, 23, salah satu pekerja disana, tewas usai terkena mesin pengepresan dan pengeleman.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, gerbang dan pagar depan pabrik PT MJS itu masih ada garis Satpol PP. Namun, garis satpol PP itu dibalik biar tak tampak tulisannya. Selain itu, banner penyegelan oleh Satpol PP masih menempel di pagar depan pabrik. Tetapi banner itu tidak terlihat karena ditutupi oleh baner ukuran besar sosialisasi Pemilu 2019.

Alhasil, kemarin (8/7), sekitar pukul 15.30, Satpol PP Kabupaten kembali mendatangi pabrik dan langsung melakukan penyegelan ulang. Baner sosialisasi Pemilu yang menutupi baner penutupan pabrik pun langsung dibongkar dan dipindahkan. Namun, di dalam pabrik masih tampak ada pekerja dan aktivitas.

Awalnya, petugas Satpam di depan melarang Satpol PP yang dipimpin Kepala Dinas Satpol PP, Dwi Joko Nurjayadi, masuk ke dalam pabrik. Bahkan, Kepala Dinas Satpol PP awalnya dilarang masuk. Dengan alasan pihak manajemen ada di Polres Probolinggo untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.

Tidak lama kemudian, pihak pabrik mempersilahkan perwakilan Satpol PP masuk, tapi awak media dilarang ikut masuk. “Maaf mas, saya hanya laksanakan tugas. Bukannya saya mau menghalang-halangi media,” kata salah satu petugas jaga pabrik yang enggan menyebut namanya tersebut.

Sekitar 30 menit, Satpol PP dan perwakilannya, klarifikasi di dalam pabrik. Selama itu pula anggota Satpol PP yang ada di luar melakukan penyegelan dan pemasangan banner bahwa pabrik ditutup sementara.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten, Dwi Joko Nurjayadi mengatakan, kedatangannya ke pabrik pengolahan kayu PT MJS, untuk monitoring pasca kecelakaan kerja. Dimana, pihaknya memastikan izin pabrik belum keluar. Sehingga, pihaknya melakukan penyegelan dan penutupan sementara pabrik tersebut. Sampai izin izin dilengkapi semua.

“Saya sudah minta hentikan semua kegiatan di dalam pabrik. Karena pabrik ditutup sementara sampai izin-izin semua lengkap,” katanya.

Joko menjelaskan, pihaknya tidak akan segan segan melaporkan secara hukum. Itu dilakukan jika pihak pabrik masih nekat melanggar. Karena sudah jelas, izin operasi dan industri belum dimiliki. “Nanti akan kami laporkan proses hukum jika masih dilanggar,” tegasnya.

Di sisi lain, Yeni selaku pemilik PT. MJS saat dikonfirmasi, menyebut akan menyampaikan dan menunjukkan bukti pada awak media saat jumpa pers, hari ini. Dimana, pihaknya sendiri sudah ada etikat untuk mengurus izin sesuai ketentuan. Namun, proses izin tersebut disebutkan sulit dan ribet.

“Besok saja saya tunjukkan dan buka semuanya,” ujarnya. (mas/fun)