Polisi Periksa Manajemen PT MJS, Termasuk Pemilik hingga Pegawai

GENDING – Kasus tewasnya Hari Lintang Cahyono, 23, pemuda asal Dusun Pasar, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending akibat kecelakaan kerja, terus diselidiki kepolisian. Senin (8/7), Satreskrim Polres Probolinggo memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari manajemen PT MJS (Mandiri Jaya Succesindo) Pajurangan Gending, sampai para pekerjanya.

Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto. Dia mengatakan, kejadian kecelakaan kerja yang akibatkan Hari, masih dalam penyelidikan pihaknya. Dimana perkara tersebut kini masih diselidiki oleh penyidik Polres Probolinggo.

KORBAN: Hari Lintang Cahyono (inset) dan suasana saat jenazahnya diantar ke liang lahat. (Dok. Radar Bromo)

“Langsung ditangani Polres, mas. Sekarang masih dalam penyelidikan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Perwira yang pernah bertugas di Polres Pasuruan Kota itu menjelaskan, penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan kerja butuh pemeriksaan saksi-saksi. Selain olah TKP yang telah dilakukan pasca kejadian, Senin (8/7), ada sekitar 2 saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Mulai dari pihak manajemen, sampai rekan kerja korban Hari. “Kami masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Apakah ada unsur kelalaian dari korban atau perusahaan, masih kami selidiki. Hari ini kami periksa 2 saksi, pengawas pelaksana dan kepala kantor perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Yeny selalu pemilik PT MJS saat dikonfirmasi, membenarkan dirinya tengah ada di Polres untuk memenuhi panggilan penyidik. Panggilan itu guna pemeriksaan atas kejadian kecelakaan kerja di pabrik pengolahan kayu itu. “Sekarang kami di Polres mas,” ujarnya dengan singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib nahas dialami Heru Lintang Cahyono, 23. Pemuda asal Dusun Pasar, Desa Pajurangan, Kabupaten Probolinggo itu mengalami kecelakaan kerja di pabrik pengolahan kayu PT JMS yang berlokasi di Desa Pajurangan, Gending.

Heru yang merupakan alumni MAN Pajarakan pun meregang nyawa. Ia mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuhnya usai tergelincir dan masuk mesin pengepresan-pengeleman. (mas/fun)