Pencuri Motor asal Pandaan Dibekuk, Berikutnya Tiga Penadahnya Juga Diamankan

BANGIL – Lika-liku Erick Nahatthan, 40, warga Rukun Bakti, Kelurahan/Kecamatan Pandaan, dalam menjalankan aksi pencurian, akhirnya terhenti. Ia dibekuk polisi, setelah beberapa kali menjalankan aksi kejahatan.

Tersangka ditangkap anggota buser Polres Pasuruan, Jumat (5/7). Ketika itu, dirinya tengah bersantai di rumahnya. Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menyampaikan, tersangka ditangkap lantaran keterlibatannya dalam aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor.

Tercatat, sudah tiga kali, ia melancarkan aksi pencurian tersebut. Salah satunya, berlangsung Kamis, 2 Mei 2019. Ketika itu, ia menggarong sebuah motor Honda Beat, milik Suwarsi Riyadi, 49, warga Kelurahan Pencalukan, Kecamatan Prigen.

Dalam beraksi, ia tidak sendirian. Melainkan bersama seorang rekannya, berinisial I. “Rekannya masih dalam pengejaran petugas,” kata Supriyono.

Menurut Supriyono, Erick dan I melancarkan aksi, ketika korban lengah. Motor yang ditaruh di depan warung, diambilnya dengan merusak kunci kontak. “Masing-masing dari mereka, berbagi peran. Erick yang mengawasi situasi. Sedangkan I sebagai eksekutor,” sambungnya.

Usai mendapatkan motor tersebut, tersangka kemudian menjual motor hasil curiannya itu. Ia melempar barang tersebut ke Sholeh, 39, warga Kolursari, Kecamatan Bangil, melalui perantara Faris Hudayat alias Fran, 41, warga Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang.

Namun tak bertahan lama. Karena kemudian motor tersebut, dilempar kembali ke M. Sawir, 25, warga Desa Gerongan, Kecamatan Kraton. “Para tersangka ditangkap bergiliran. Awalnya Erick terlebih dahulu. Kemudian disusul Sholeh, Frans dan Sawir,” kata Supriyono.

Di sisi lain, Kanitbuser Polres Pasuruan, Iptu Maryana menyampaikan, Erick sudah beberapa kali melancarkan aksi kejahatan. Bahkan, tak jarang, saat beraksi ia mengaku-ngaku sebagai anggota buser maupun intel. “Dia sering ngaku-ngaku sebagai anggota,” ulasnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka Erick disangkakan melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara. Sementara tiga lainnya, dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Ancamannya, lima tahun penjara. (one/fun)