MUI Probolinggo Sudah 4 Tahun Kawal Penutupan Tempat Karaoke

MAYANGAN – Langkah Pemkot Probolinggo tidak memperpanjang izin tempat hiburan malam mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo. Maklum, sudah sekitar empat tahun MUI menyerukan agar tempat hiburan malam di Kota Mangga ini ditutup.

Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad mengatakan, langkah yang dilakukan Pemkot bertujuan menjaga agar Kota Probolinggo lebih kondusif. “Sudah sejak 4 tahun lalu kami mendorong Pemkot menutup tempat hiburan malam. Sudah banyak hal yang tidak baik di tempat ini,” ujarnya.

Kiai Nizar mencontohkan, sejumlah perbuatan terlarang secara agama pernah ditemukan di tempat hiburan malam. Seperti, kasus perkelahian dan kasus orang mabuk. “Ada juga temuan minuman keras dari razia yang dilakukan Polresta. Lebih banyak mudaratnya,” ujarnya.

Namun, Nizar mengatakan, Pemkot bukan menutup tempat hiburan. Melainkan, tidak memperpanjang izinnya. “Secara bahasa memang berbeda. Tapi, dengan tidak diperpanjangnya izin operasional tempat hiburan, otomatis tidak bisa melakukan kegiatan operasional lagi,” ujarnya.

Mengenai karyawan yang tidak bisa lagi bekerja, Kiai Nizar menyarankan Pemkot juga mempertimbangkannya. “Otomatis dengan tidak adanya perpanjangan izin, karyawan yang bekerja juga harus berhenti. Itu, juga perlu dipertimbangkan oleh pemerintah langkah selanjutnya,” ujarnya.

Dukungan serupa disuarakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo Aulia Wahyu Alfiantama. Ia mengaku, PMII sejak 2 tahun sebelumnya sudah mengawal penutupan tempat hiburan.

Namun, perlu dipertimbangkan juga dampak pada sisi tenaga kerja tempat hiburan yang tidak bisa kembali bekerja. “Keberadaan tempat hiburan ini lebih banyak mudaratnya bagi masyarakat. Kami mendukung langkah Pemkot untuk tidak memperpanjang izinnya,” ujarnya.

Diketahui, Pemkot Probolinggo tidak memperpanjang izin dua tempat hiburan di Kota Probolinggo. Yakni, Pop City di Jalan Dr. Soetomo dan 888 di Jalan Suroyo. Alasannya, keberadaan dua tempat hiburan ini lebih banyak mudaratnya. (put/rud)