Bapak Bejat, 13 Tahun Tega Setubuhi Anak Kandung

BANGIL – Apa yang dilakukan DJS, 49 benar-benar diluar nalar. Sebagai bapak, lelaki asal Bangil ini seharusnya melindungi anaknya dari tindak kejahatan.

Namun kenyataannya tidak demikian. DJS yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka, justru menjadi teror bagi anak perempuannya. Bukan saja menyakiti secara lahir. Tetapi juga, menyakiti secara batin hingga membuat anaknya trauma.

Betapa tidak. Dia tega mencabuli dan menyetubuhi Kembang (nama samaran), 18, yang merupakan anak kandungnya. Aksi bejat itu dilakukan DJS bahkan terbilang lama. Dia mencabuli dan menyetubuhi anaknya sejak masih berusia lima tahun. Tidak hanya sekali, bahkan berulang kali.

Hingga ulah tak patutnya itu terbongkar, setelah korban hendak kabur dari rumahnya, 2 Juli 2019 lalu.

Kapolsek Bangil, Kompol Iskhak menyampaikan, tersangka melancarkan aksi kejahatannya sejak 2006 lalu. Saat itu, korban masih berusia sekitar lima tahun. Ia mencabuli korban, saat kondisi rumah sedang sepi. “Biasanya, korban melakukannya ketika istrinya, sedang bekerja,” jelas Iskhak.

Tindakan keji itu terus berulang, hingga korban beranjak dewasa. Semula, ia hanya sekedar mencabuli korban. Namun, lambat laun ia menjadi ketagihan. Sampai-sampai, rasa iba hilang. Terbukti, tersangka sampai tega menyetubuhi anak kandungnya.

“Awalnya sekedar mencabuli. Tapi, kemudian berlanjut dengan menyetubuhi korban,” sambung dia.

Ulah tersangka itu berlangsung sampai korban dewasa. Bahkan sampai korban berusia 18 tahun. Korban tak kuasa menolak, lantaran takut tak bisa sekolah dan tak diberi uang jajan.

Hingga korban merasa lelah, dengan apa yang menimpanya. Ia kemudian berencana untuk kabur dari rumahnya. Namun, rencana itu dicegah oleh tetangganya. Korban kemudian menceritakan apa yang menimpanya itu.

“Dari situlah, korban kemudian bercerita kepada saksi atas apa yang menimpanya selama ini. Saksi kemudian melaporkan ke RW setempat dan mengadukan ke polisi,” tambahnya.

Atas aduan itulah, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hingga Jumat lalu (5/7) , petugas kemudian menangkap tersangka di rumahnya.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, tersangka mengaku khilaf dengan apa yang dilakukannya. Ia juga berdalih, kalau istrinya tidak bisa “digunakan”. Sehingga, ia memilih untuk melampiaskan nafsu jahatnya itu, ke anaknya tersebut. “Saya benar-benar khilaf mas,” dalihnya.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 81 jo pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, bisa 20 tahun penjara. (one/fun)