Astaga! Tukang AC Ini Jual Istri untuk Beri Layanan Swinger hingga Threesome

BANGIL – Entah apa yang ada di benak Akhmad Syahirul Alim, 35. Warga Semampir, Kota Surabaya ini tega “menjual” istrinya untuk memberi layanan swinger hingga threesome kepada pelanggan. Tarif yang dikenakan, tidaklah murah. Mencapai Rp 3 juta untuk sekali kencan.

Kedok tersangka akhirnya terbongkar, setelah tim cyber Satreskrim Polres Pasuruan, berhasil mengendus bisnis kotor yang dijalankan tersangka. Tersangka digrebek di sebuah kamar hotel Taman Dayu Pandaan, Sabtu malam (6/7).

Dalam penggrebekan itu, sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Selain uang tunai Rp 2,1 juta, petugas juga mengamankan sehelai sprei dan dua potong sarung bantal warna putih yang digunakan sebagai alas menggelar aksi seksual.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menyampaikan, terbongkarnya kasus tersebut bermula dari patroli cyber oleh tim cyber Polres Pasuruan. Saat melakukan profiling, petugas menemukan akun tersangka bernama “Tian” yang diungguh ke dalam media sosial, facebook.

Dalam akun tersebut, terdapat ajakan berupa “Cari pasutri swinger area Jatim”. “Berdasarkan informasi itu, petugas PPA Satreskrim Polres Pasuruan melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap akun tersebut. Selama kurang lebih dua minggu, penyelidikan itu dilakukan,” kata mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan ini.

Upaya itu membuahkan titik terang, Sabtu malam kemudian (6/7). Petugas yang melacak keberadaan tersangka, kemudian melakukan penggrebekan. Penggrebekan dilakukan, ketika tersangka tengah selesai melakukan threesome.

“Penggrebekan kami lakukan sektiar pukul 19.30. Ketika itu, tersangka telah baru saja melakukan hubungan threesome. Threesome itu dilakukan, oleh tersangka dengan korban RA, 34, yang tak lain adalah istri sahnya dan pelanggan yang memesan,” sambungnya.

Sejumlah barang bukti berhasil ditemukan petugas. Selain sprei, juga ada sarung bantal warna putih, satu potong singlet serta dua buah handphone dan juga uang tunai Rp 2,1 juta.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima menyampaikan, masih melakukan penyidikan. Dalam pengakuan tersangka, ia baru sekali ini menjalankan aksinya. “Mereka mulai melakukan penawaran itu, sejak April 2019. Pengakuannya hanya sekali. Tapi masih kami dalami,” imbuhnya. (one/fun)