Tunggu Tim Labfor, Polisi Larang Pedagang untuk Bersihkan Puing Kebakaran Pasar Winongan

WINONGAN – Hari ini (8/7) Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya bakal melakukan penyelidikan di Pasar Winongan yang terbakar. Karena itu, hingga Minggu (7/7), para pedagang belum boleh membersihkan puing-puing sisa kebakaran di bedak yang terbakar.

Subari, kepala UPT Pasar Winongan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pedagang yang bedak-nya terbakar. Mereka diminta tidak mengotak-atik lokasi kebakaran. Termasuk, tidak membersihkan puing-puing bedak sampai tim Labfor datang untuk menyelidiki penyebab kebakaran.

“Jadi, lokasi kebakaran kami amankan dulu dengan tali rafia. Tidak boleh ada pedagang yang membersihkan lokasi atau mengotak-atik lokasi kebakaran. Setelah tim labfor datang, baru lokasi kebakaran bisa dibersihkan,” terangnya.

Dilanjutkan Subari, pihaknya sudah mendata jumlah bedak dan pedagang yang terkena imbas kebakaran. Total ada 10 bedak dan 7 lapak dari meja yang terbakar. Semuanya milik 17 pedagang.

Karena itu, UPT Pasar Winongan juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan agar mengupayakan rehab semi permanen pada bedak yang terbakar. Harapannya, pedagang bisa cepat berjualan lagi dengan normal.

Meski demikian, belum ada tempat yang bisa dijadikan relokasi sementara pedagang. Sehingga, mau tidak mau pedagang harus menempati lokasi kebakaran, jika ingin tetap berjualan.

Sementara, Kapolsek Winongan AKP Thohari mengatakan, sampai Minggu (7/7) belum ada tim labfor yang datang. “Jadi, dijadwalkan besok (hari ini, Red), untuk memastikan penyebab kebakaran,” terangnya.

Memang, untuk sementara kebakaran diduga akibat korsleting. Namun, penyebab pastinya harus menunggu penyelidikan dari Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya.

Kapolsek sendiri memastikan, lokasi kebakaran steril dari pedagang. Mereka baru boleh membersihkan puing-puing kebakaran setelah dilakukan penyelidikan.

M. Sholeh, koordinator Paguyuban Pasar Winongan menyesalkan lamanya tim Labfor datang ke lokasi kebakaran. “Menurut kami, terlalu lama tim labfor datang. Kebakarannya Jumat, tapi sampai hari ini (Minggu, Red) pedagang belum boleh membersihkan bedak,” terangnya.

Meski demikian, menurutnya, para pedagang menyadari. Sebab, kebakaran terjadi di akhir pekan. Sehingga, penyelidikan baru bisa efektif dilakukan Senin oleh tim Labfor.

Para pedagang pun berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mereka. Sehingga, para pedagang korban kebakaran bisa segera berjualan lagi dengan normal.

“Harapan pedagang setelah tim Labfor datang, bedak bisa segera direhab kembali. Karena bedak itu kan mata pencaharian satu-satunya pedagang di sini. Kalau nunggu lama ya sulit bagi mereka (pedagang) berjualan lagi,” ujar Sholeh.

Seperti diketahui, Jumat (5/7) malam, Pasar Winongan terbakar. Saat itu diketahui ada delapan bedak yang terbakar. Setelah didata ulang, total ada 10 bedak dan tujuh lapak milik 17 pedagang yang terbakar.

Kebakaran sendiri diduga karena korsleting di bedak milik Musa, 45, di Blok C. Api lantas membesar dan merembet, membakar sembilan bedak dan 7 lapak yang lain. Polsek Winongan menaksir, total kerugian mencapai Rp 300 juta. (eka/fun)