Menang di Pemilu Lalu, Empat Partai di Kab Probolinggo Ini Belum Tentukan Kursi Pimpinan

KRAKSAAN – Pelantikan calon legislatif (caleg) terpilih di Kabupaten Probolinggo, dijadwalkan dilakukan pada 30 Agustus mendatang. Namun, sejauh ini sejumlah partai politik (parpol) “pemenang” dalam pemilu April lalu, belum menetapkan kadernya untuk duduk di posisi pimpinan DPRD pada periode 2019-2024.

Seperti Partai Nasdem. Sebagai peraih kursi terbanyak, Nasdem belum menentukan nama yang akan diusung menjadi calon pimpinan DPRD. Dalam pemilu April lalu, Nasdem memperolah 16 kursi.

Ketua DPC Nasdem Kabupaten Probolinggo Rifai mengatakan, semua kader yang terpilih berpotensi menjadi ketua dewan. Namun, nantinya akan dipilih yang paling mumpuni dan bisa mengayomi anggota. “Masih belum. Siapa pun bisa duduk di kursi pimpinan. Tapi, tentu nanti dipilih yang paling pas,” ujarnya.

Sama halnya dengan Nasdem, PKB juga belum menentukan kadernya. Dalam Pemilu kemarin, PKB mendapatkan 7 kursi dengan sekitar 20.557 suara. Karenanya, pada periode ini masih memiliki jatah kursi pimpinan.

Wakil Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Mustofa mengatakan, pihaknya masih menggodok nama-nama kader yang akan duduk di kursi pimpinan DPRD. Terpenting, menurutnya, paling potensial dan tegak lurus terhadap instruksi partai. “Masih dalam penggodokan,” ujarnya.

Berikutnya ada Partai Golkar. Pada Pemilu 17 April, partai berlambang pohon beringin ini memperoleh 7 kursi dengan total suara partai sekitar 14.699. Sama dengan dua partai di atas, Golkar juga belum menentukan calon pimpinan DPRD. “Belum tahu. Itu, nanti ditentukan DPP. Saya ikut saja,” ujar Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar Wahid Nurrahman.

Berikutnya, ada dua partai lagi yang memperoleh masing-masing 7 kursi. Yakni, PPP dan Gerindra. Namun, pada Pileg lalu, PPP kalah suara dengan Gerindra. PPP hanya mendapatkan sekitar 8.797 suara, sedangkan Gerindra mendapatkan sekitar 13.936 suara.

Ketua DPC Partai Gerindra Jon Junaedi mengaku, mengajukan diri untuk menjadi wakil ketua DPRD. “Ini kan saya jadi (DPRD). Saya akan mengajukan diri untuk duduk di wakil ketua. Beda kalau saya tidak jadi, kemungkinan kader lain,” ujarnya. (sid/fun)