Lahan Pertanian di Probolinggo Semakin Menyempit

PANEN: Sejumlah petani di Kota Probolinggo memanen padinya, beberapa waktu lalu. Sejauh ini, lahan pertanian di Kota Probolinggo menyempit menjadi 1.800 hektare. (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN – Perkembangan Kota Probolinggo yang semakin pesat, membuat luas lahan pertanian makin menyempit. Hal ini berdampak pada ketersediaan pangan bagi warga Kota Probolinggo.

Hal itu disampaikan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin setelah bertemu aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia-Probolinggo Raya, Minggu (7/7). “Penyempitan lahan pertanian di Kota Probolinggo memang terjadi. Hal ini seiring dengan pembangunan kawasan permukinan juga,” ujarnya.

Penyempitan lahan pertanian ini berdampak pada produksi bahan pangan di Kota Probolinggo. Produksi pangan juga menyusut. Politisi PKB ini menilai, perlu adanya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani di Kota probolinggo. Serta, tidak bisa hanya mengandalkan kebiasaan bertanam petani yang dilakukan secara turun temurun.

“Selama ini petani memahami sistem pertanian dari kebiasaan turun-temurun. Ini, yang peru diubah. Harus ada peningkatan SDM bagi petani agar hasil pertaniannya lebih maksimal. Seperti mengirim kelompok tani belajar ke LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Sehingga, petani ini bisa belajar meningkatkan hasil pertanian melalui cara-cara yang baru,” ujarnya.

Selain masalah ketersediaan pangan, Hadi juga menilai perlu upaya untuk meningkatkan harga hasil pertanian. Terutama ketika terjadi panen raya dan harga komoditas anjlok. “Seperti menyiapkan bank tani. Petani bisa menyimpan hasil pertanian di gudang saat panen raya. Ketika harga bahan pangan naik, petani bisa menjual simpanan hasil pertaniannya,” jelasnya.

Penyusutan luas lahan pertanian di Kota Probolinggo cukup signifikan. Penyusutan lahan ini karena perubahan alih fungsi lahan persawahan menjadi perumahan.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo, pada 1997 luas lahan pertanian produktif di Kota Probolinggo mencapai 2.400 hektare. Namun, tahun ini ada penyusutan lahan seluas 600 hektare atau tersisa 1.800 hektare. (put/fun)