Izin Tak Diperpanjang, Begini Respons Manajemen Pop City

MAYANGAN – Manajemen tempat karaoke Pop City menyikapi tempat hiburan itu di Kota Probolinggo. Penutupan itu bakal dibahas di internal.

Wisnumurti, operational officer Pop City menjelaskan, pihaknya belum mengambil langkah terkait penutupan Pop City. “Untuk persiapan, saya akan membahas hal-hal internal bersama direktur dan semua pemegang saham,” jelasnya.

“Seperti soal teknis peralatan usaha dan hubungan karyawan. Apakah mereka ada yang dikaryakan di tempat lain atau tidak diteruskan hubungan kerjanya,” imbuhnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.

Sebagai informasi, di Kota Probolinggo ada dua tempat hiburan yang bertahan. Yaitu, Pop City dan 888. Namun saat ini, izin keduanya tidak diperpanjang oleh Wali Kota.

Sebelumnya, di Kota Probolinggo ada lima tempat hiburan resmi berdiri. Selain dua itu, juga ada JJ Royal Cafe dan Karaoke serta Bee Jay Karaoke. JJ Royal Cafe dan Karaoke ditutup karena pencabutan izin setelah ada kasus penampilan penari striptis yang terjadi pada 2015.

Sedangkan Bee Jay Karaoke terbakar pada tahun 2017. Sejak saat itu, tempat hiburan ini tidak operasi. Ada juga rumah karaoke Ayang di Jalan Mastrip. Namun, telah tutup sejak tahun 2017. (put/hn)