Dok, Izin Dua Tempat Karaoke di Kota Probolinggo Tak Diperpanjang

PROBOLINGGO – Dua tempat hiburan karaoke di Kota Probolinggo kini tutup. Keduanya yaitu Pop City dan 888. Penutupan dua tempat hiburan itu dilakukan karena izinnya habis.

Kepastian ini diungkapkan Dwi Hermanto, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo, Minggu (7/7). Menurutnya, masa izin dua tempat hiburan itu sudah habis. Pemkot Probolinggo lantas tidak memperpanjang izin keduanya.

“Jadi, dua tempat hiburan itu izinnya sudah habis. Dan sesuai dengan kebijakan Wali Kota Probolinggo, izin dua tempat hiburan itu tidak diperpanjang lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi harian Jawa Pos Radar Bromo.

Sinyalemen penutupan dua tempat hiburan itu, sebenarnya sudah disampaikan oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Saat rilis 99 hari kerja di hadapan awak media Senin pekan lalu, Wali Kota menegaskan, akan ada tempat hiburan yang ditutup.

Namun, saat itu Wali Kota tidak mau menyebut tempat hiburan apa yang akan ditutup. Dia hanya minta media untuk menunggu.

“Dalam satu pekan ini ada tempat hiburan di Kota Probolinggo yang akan ditutup. Karena izinnya memang sudah habis,” ujarnya kala itu.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Wali Kota saat bertemu dengan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, Minggu (7/7). Dia menegaskan, dua tempat hiburan ditutup mulai kemarin. “Dua tempat hiburan sudah tutup. Mulai hari ini (Minggu, Red),” ujar Wali Kota.

Wali Kota menjelaskan, pemkot melihat keberadaan tempat hiburan dari sisi manfaat dan mudarat. Jika lebih banyak mudarat, maka Pemkot harus mengambil sikap.

“Karena awalnya Pemkot yang memberikan izin untuk operasi, memberikan restu. Maka, Pemkot juga yang menarik restu itu, supaya tidak ada lagi tempat hiburan malam yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku,” jelasnya.

Politisi PKB ini menegaskan, tidak ada kendala dalam proses penutupan itu. Pemkot memberikan kepastian pada pengelola, bahwa tempat hiburan itu tidak lagi bisa beroperasi.

Tempat hiburan tidak bisa operasi karena izinnya sudah habis. Dan Pemkot, tidak memberikan izin baru. Dengan tidak dikeluarkannya izin baru, maka dua tempat hiburan itu tidak bisa beroperasi atau tidak bisa buka lagi. “Jika tetap nekat buka, maka akan ada sanksi,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan upaya hukum dari pihak tempat hiburan, mantan anggota DPR RI selama dua periode ini mempersilakan. “Silakan, tidak masalah. Yang penting rakyat setuju. Saya disumpah jabatan atas amanah masyarakat. Saya tidak gentar menghadapi apapun. Yang penting keputusan ini tidak melanggar peraturan hukum yang ada,” tegasnya.

Bahkan, Wali Kota menegaskan, kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi tempat hiburan yang memiliki izin. Namun, juga bagi tempat hiburan yang tidak berizin.

“Kalau untuk yang berizin saja ditutup, apalagi tempat yang tidak berizin. Mari kita bersama-sama masyarakat agar tidak ada lagi orang-orang yang melakukan hal-hal tidak baik dan merusak lingkungan,” ujarnya. (put/hn)