Paripurna Penggabungan PPP-PKB DPRD Kota Probolinggo Tak Jelas

MAYANGAN – Surat PPP dan PKB terkait rencana penggabungan fraksi telah masuk di DPRD Kota Probolinggo. Namun, sejauh ini belum ada kepastian kapan akan digelar rapat paripurna pengesahan penggabungan fraksi.

Anggota DPRD Kota Probolinggo dari PPP Robit Rijanto mengatakan, proses di pimpinan DPRD sudah berjalan sampai rapat Badan Musyawarah (Banmus). “Namun, belum bisa memutuskan dilakukan rapat paripurna karena rapat banmus tidak kuorum. Makanya belum ada kepastian kapan dilakukan rapat paripurna,” ujarnya.

Robit menjelaskan, anggota banmus ada 15 orang. Sedangkan, batas kuorum adalah 50 persen plus 1. “Jadi, paling tidak untuk bisa melakukan rapat banmus dihadiri 8 atau 9 orang anggota banmus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudianto Ghofur membenarkan rapat paripurna penggabungan PPP ke Fraksi PKB belum terlaksana. “Dalam rapat Banmus yang dipimpin Pak Mukhlas (wakil ketua), tidak kuorum anggotanya. Sehingga, tidak bisa memutuskan kapan akan dilakukan rapat paripurna,” ujarnya.

Rudi mengaku belum mengetahui kapan akan dilakukan paripurna pengesahan penggabungan PPP. Sebab, sebagian anggota DPRD melakukan kunjungan kerja terkait laporan pertanggung jawaban APBD 2018. “Sekarang anggota banmus banyak yang kunker,” ujarnya. (put/rud)