Begini Kata Wali Kota soal Sopir Arogan di Sekitar Terminal Bayuangga

KADEMANGAN – Sikap arogansi oknum sopir angkutan konvensional terhadap penumpang maupun warga di sekitar Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo, mendapat perhatian Pemkot Probolinggo. Kini, Pemkot akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi masalah ini.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, perlu koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) terkait masalah ini. Itu, agar tidak terjadi peristiwa pemeriksaan terhadap penumpang dan keluarga. “Kami akan koordinasi dengan Dishub, Satpol PP, Diskominfo, dan Polresta untuk ada titik temu agar tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi,” ujarnya menyikapi aksi arogansi oknum sopir angkutan konvensional kepada penumpang bus maupun keluarganya yang menjemput.

Termasuk perlakuan terhadap wisatawan. Menurutnya, sikap arogansi oknum sopir terhadap wisatawan asal Thailand, itu justru menunjukkan dampak positif keberadaan jasa ojek online. “Dengan ojek online, tarif lebih murah daripada transportasi manual. Saya pesan kepada sopir angkutan kota, jangan sampai melakukan hal seperti itu. Jaga nama baik,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang turis asal Thailand, merasa kecewa saat berkunjung ke Gunung Bromo. Ia mengaku, jika menggunakan tansportasi online biaya yang dikenakan hanya Rp 300 ribu. Namun, oleh oknum sopir diarahkan menggunakan kendaraan konvensional dengan tarif Rp 550 ribu.

Selain peristiwa tidak menyenangkan terhadap turis Thailand, sejumlah warga lokal juga kerap mengeluh. Terutama ketika mereka menjemput keluarganya di Terminal Bayuangga. Mereka sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan ditegur oknum ojek pangkalan karena dikira ojek online. (put/rud)