76 TKA di Kabupaten Pasuruan Suntik Retribusi Rp 1,2 Miliar

BUGULKIDUL – Sepanjang 2019, Disnaker Kabupaten Pasuruan menarget bisa mendapatkan Rp 2 miliar dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Syukur, sampai semester pertama tahun ini sudah mencapai Rp 1,27 miliar. Atau sekitar 63 persen dari target.

Sektretaris Disnaker Kabupaten Pasuruan Agus Hernawan mengatakan, banyaknya Perusahaan Modal Asing (PMA) di Kabupaten Pasuruan, turut mempertinggi adanya pekerja asing. Setiap tenaga asing ada retribusi IMTA yang rutin dibayar setiap bulan ke Disnaker. “Itu pun tergantung wilayah kerja tenaga asing. Jika tenaga asing bekerja hanya satu tempat di Kabupaten Pasuruan, IMTA-nya masuk Disnaker Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Namun, jika pekerja tersebut bekerja di dua tempat dalam satu Provinsi, IMTA-nya masuk ke Provinsi. Jika lebih dari satu Provinsi, IMTA-nya masuk ke Pusat.

Sejauh ini ada 76 tenaga kerja asing (TKA) yang terdata bekerja di Kabupaten Pasuruan. Jumlah mereka bisa lebih tingi, karena TKA yang bekerja antarwilayah terdata langsung di Kementrian Tenaga Kerja. Agus mengatakan, TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan, kebanyakan dari top manajemen dan paling banyak dari tenaga kerja Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, dan Australia.

Pembayaran IMTA-nya, langsung di-handle perusahaan tempat mereka bekerja atau di mana TKA dipekerjakan. Mayoritas, TKA asing ini bekerja di perusahaan modal asing (PMA), khususnya di kawasan PIER, Beji, Gempol, Pandaan, Purwosari, Kejayan, dan Rejoso. Dengan realisasi sementara ini hingga Rp 1,27 miliar, Disnaker Kabupaten Pasuruan, optimistis target Rp 2 miliar bisa terealisasi. (eka/rud)