Sudah 6 Bulan, Realisasi PAD Kab Probolinggo Masih di Bawah 50 Persen

DRINGU – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo, selama separo tahun anggaran masih di bawah 50 persen. DPRD Kabupaten Probolinggo pun mendesak evaluasi karena capaian ini dinilai masih rendah.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, Pemkab Probolinggo menargetkan PAD tahun ini sekitar Rp 233 miliar. Namun, hingga separo tahun anggaran berjalan, capaian realisasi PAD baru sekitar Rp 99,5 miliar atau 43 persen dari target. Artinya, target PAD masih kurang Rp 233 miliar.

Karena itu, DPRD meminta ada evaluasi atas capaian realisasi PAD ini. Permintaan evaluasi itu juga sudah disampaikan saat rapat paripurna Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Probolinggo 2020 dengan agenda penyampaian laporan hasil kegiatan Banggar.

Oka Mahendra, salah satu anggota Banggar DPRD Kabupaten Probolinggo menjelaskan, realisasi PAD memang masih di bawah 50 persen saat ini. Karena itu, menurutnya, ada sejumlah sektor PAD yang perlu didorong untuk bisa melampaui target.

”Saya sudah sampaikan pada eksekutif terkait PAD, supaya dapat perhatian. Meskipun PAD itu ada beberapa sektor yang tergantung pada musiman,” kata pria yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Probolinggo itu.

Dilanjutkan Oka, Pemkab Probolinggo perlu melakukan evaluasi untuk menggenjot perolehan PAD. Supaya, separo tahun anggaran yang tersisa bisa digunakan maksimal untuk mencapai target perolehan PAD.

Menurutnya, PAD yang telah ditargetkan itu, bukan hanya dicapai. Tapi harus didorong untuk melampaui target. “Seperti PAD dari sektor wisata. Secara umum, memang realisasi PAD-nya tinggi. Tapi, ada beberapa sektor wisata yang rendah capaiannya. Ini yang harus di­-push atau didorong. Juga ada PBB yang harus di-push penagihannya di lapangan,” terangnya.

Santiyono, kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo menjelaskan, saat ini capaian realisasi PAD terus berjalan dan didorong. Dimana, ada sejumlah sektor PAD yang diproyeksikan akan tinggi realisasinya menjelang akhir tahun. Seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Tahun ini, PAD dari PBB ditargetkan Rp 16 miliar. Namun, baru tercapai Rp 2,6 miliar. “Kami tetap optimistis target PAD itu bisa dicapai dan dilampaui. Karena sejumlah sektor PAD memang masih kurang dan diproyeksikan akan diperoleh pada triwulan tiga dan empat,” katanya. (mas/hn)