Siapkan Perwali Untuk Penerapan Busana Muslim

PANGGUNGREJO – Pemberlakuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pasuruan menggunakan busana muslim mulai diberlakukan Jumat (6/7). Pemkot menyebut pemfungsian ini masih tahap sosialisasi dan uji coba.

KERJA: Sejumlah pegawai di pemkot yang berbusana muslim di ruang kerjanya. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Kabag Organisasi Pemkot Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan pemfungsian busana muslim sebagai pakaian dinas harian di hari Jumat mulai dilaksanakan pekan ini. Kendati begitu, pemberlakuannya masih belum bersifat permanen.

“Nantinya akan permanen. Saat ini masih masa sosialisasi. Ini dilakukan seraya menunggu perubahan Perwali tentang perubahan penggunaan pakaian dinas di lingkungan Pemkot Pasuruan,” ungkapnya.

Kokoh-sapaan akrabnya- menjelaskan, perubahan perwali ini sudah berupa rancangan. Pemkot masih menunggu penetapannya dengan mendapatkan rekomendasi dari pemerintah provinsi terlebih dahulu. Selama masa sosialisasi ini, kepala perangkat daerah diperkenankan memberikan laporannya pada kepala daerah.

Laporan ini bisa berupa permasalahan atau saran yang sifatnya membangun. Jika memang diperlukan, ini bakal diakomodir untuk ke depannya. Kendati demikian, Kokoh memastikan seluruh ASN di Pemkot Pasuruan tetap harus mematuhi aturan busana muslim ini.

“Hari ini (5/7) diberlakukan pertama kali. Insya Allah, tidak ada masalah. Seluruh ASN bisa mematuhi aturan ini dengan baik,” sebut Kokoh.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, imbauan berbusana muslim tersebut nampak sudah dijalankan oleh seluruh OPD. Para pegawai nampak kompak atas pemberlakuan perubahan pakaian dinas harian (PDH) yang digunakan oleh ASN.

Beberapa pegawai yang ditemui mengaku, merasa nyaman. Apalagi dengan pegawai lelaki, yang mengaku nampak lebih religius. Bahkan ada yang menyebut, ngantor seperti ala santri.

“Enaknya lagi, bisa sekalian langsung Jumatan. Kan sudah pakai bajo koko,” terang salah satu pegawai di kesekretariatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, setiap Jumat, ASN di Pemot Pasuruan diminta untuk menggunakan busana muslim. Untuk busana bagi pria muslim adalah kopiah hitam polos, baju koko model lengan panjang polos warna putih. Lalu, menggunakan celana panjang warna gelap, sepatu warna hitam dan kaos kaki warna hitam disertai lencana KORPRI dan papan nama.

Bagi wanita muslim adalah jilbab polos, kemeja panjang berwarna putih, celana warna gelap, sepatu warna hitam dan disertai lencana KORPRI dan papan nama.

Bagi pria non muslim menggunakan kemeja putih panjang, celana panjang gelap tanpa kopyah. Sementara, wanita non muslim menggunakan kemeja warna putih panjang, rok gelap panjang tanpa menggunakan hijab. (riz/fun)