Rencana Normalisasi Kalimati, 500 KK di Kab Pasuruan Bakal Direlokasi

BANGIL – Rencana untuk menormalisasi Bangiltak atau Kalimati bisa menjadi solusi untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Beji maupun Bangil. Namun, pemerintah juga harus memikirkan dampak kepada masyarakat terhadap masyarakat sekitar Kalimati.

Pasalnya, mereka akan menjadi “korban” penggusuran. “Pemerintah harus menyiapkan tempat, bagi mereka yang rumahnya bakal digusur,” jelas Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo.

Ia menambahkan, wacana normalisasi Kalimati memang baik. Karena menjadi solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Beji dan sekitarnya. Hanya saja, masyarakat yang tinggal di sepandan sungai Kalimati juga harus mendapat perhatian. “Harus dipikirkan, tempat tinggal mereka selanjutnya,” sambung dia.

Pembangunan Rusnawa memang sempat didengungkan. Namun, ia memandang pembangunan rusunawa itu kurang sesuai bagi masyarakat Kedungringin, Kecamatan Beji, yang terdampak.

Pihaknya menyarankan agar pemerintah memilih untuk menyiapkan rumah tapak bagi mereka yang terdampak. “Sistem pemanfaatan rumah tapak itu seperti apa, bisa disesuaikan nantinya. Yang jelas, kami memandang, pembangunan rumah tapak, lebih sesuai untuk warga, ketimbang rumah susun sewa,” jelasnya.

Kepala Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menguraikan, ada setidaknya 500 KK di Kedungringin, Kecamatan Beji, yang terdampak normalisasi Bangiltak. Mereka kini hidup di atas sempadan sungai yang telah mengering itu.

“Kami memang akan mengusulkan ke pemerintah pusat adanya tempat yang bisa digunakan untuk tinggal mereka. Jika memang bukan rusunawa, maka rumah tapak yang coba kami ajukan,” terangnya.

Normalisasi Bangiltak memang menjadi program pemerintah pusat melalui BBWS Brantas untuk mengatasi banjir di wilayah Beji maupun Bangil. Rencana normalisasi Bangiltak diproyeksikan pada 2020 seusai kegiatan normalisasi Sungai Kedunglarangan dirampungkan.

Hanya memang, kata Hanung, tidak bisa serta merta normalisasi itu dilakukan. Mengingat, banyak bangunan yang berdiri di sempadan jalan. Sehingga, keberadaan mereka harus direlokasi. (one/mie)