Oknum PNS Dinas P&K Kota Pasuruan Digerebek Sekamar dengan Guru TK

PURWOREJO – RA, 38, seharusnya masih di kantornya Jumat (5/7) siang itu. Sebagai PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan, dia baru bisa pulang pukul 14.30. Namun, sekitar pukul 12.40, pria beristri itu malah digerebek di kamar indekosnya bersama WSM, 37.

RA digerebek karena diduga berselingkuh dengan wanita asal Jalan Jawa, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Saat itu juga, keduanya diamankan Mapolsek Purworejo.

RA sendiri adalah Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) PAUD di Dinas P dan K Kota Pasuruan. Dia berasal dari Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Di Kota Pasuruan, RA indekos. Sementara istri dan dua anaknya, tinggal di Kota Probolinggo. Sedangkan WSM, statusnya adalah istri sah dari BP, 40, warga Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Penangkapan keduanya bermula dari pemantauan yang dilakukan Nurul Arimbi, adik ipar dari WSM. Nurul memantau posisi WSM melalui aplikasi GPS. Dari aplikasi ini diketahui, WSM sedang berada di Pondok Sejati Indah, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan/Kecamatan Purworejo.

Nurul lantas menuju lokasi tersebut dari Kecamatan Pandaan bersama anggota Polsek dan Bhabinsa Purworejo. Di tempat yang dituju, mereka langsung menuju kamar RA di lantari dua.

Saat itu juga, penggerebekan dilakukan. RA saat itu didapati sedang bersama WSM di kamarnya, dalam kondisi acak-acakan. “WSM itu kerap ke tempat indekos RA. Kemungkinan sebelum puasa. Namun, setelah puasa, pertemuan keduanya semakin intens. Mereka biasanya janjian ketemu di depan Masjid Jami Al Anwar atau Hotel Purnama Kota Pasuruan,” ungkap Nurul.

BP, suami dari WSM menjelaskan, hubungannya dengan istrinya mulai tidak harmonis sejak Agustus 2018. Mereka kerap cekcok dikarenakan WSM sering pulang terlambat. Tak jarang, WSM pulang malam dengan alasan mengerjakan laporan.

Kanit Reskrim Polsek Purworejo Bripka Hendra Trio membenarkan adanya laporan perselingkuhan yang masuk ke Polsek. Pihaknya sempat mengamankan kedua belah pihak yang bertikai di Mapolsek dan mengupayakan penyelesaian dengan mediasi.

“Ternyata Alhamdulillah, baik RA maupun BP bersedia untuk dimediasi dan tidak melanjutkan proses hukumnya. Ini juga disaksikan oleh WSM, Bhabinsa, dan keluarga dari kedua belah pihak. Jadi kami anggap sudah selesai,” terang Hendra. (riz/mie)