Melihat Budidaya Ikan di Desa Penataan yang Dikelola BUMDes untuk Tingkatkan Perekonomian

Selain pertanian yang menjadi sumber ekonomi warga Desa Penataan. Saat ini banyak bermunculan potensi ekonomi baru yang digeluti warga setempat. Tujuannya agar ekonomi desa makin menggeliat.

————-

LETAK Desa Penataanberada di Jalan raya Winongan. Strategisnya letak desa membuat ekonomi makin berkembang. Pertanian memang menjadi sumber utama mata pencaharian mayoritas warga Desa Penataan. Tak heran di kanan-kiri jalan di Desa Penataan, hamparan sawah yang menghijau memang mendominasi pemandangan.

Kendati 60 persen luas area desa didominasi pertanian, di desa setempat banyak usaha mandiri yang bermunculan. Salah satunya adalah budidaya ikan. “Mendirikan BUMDEs dan kolam ikan sebagai salah satu unit usaha merupakan ikhtiar usaha untuk mewujudkan ekonomi yang mandiri,” ujar Achmad Isnaedi, Kepala Desa Penataan.

Menurut Achmad Junaedi, warga sudah banyak yang melakukan budidaya ikan. Mulai ikan lele, nila, mujaer, gurami sampai ikan hias. Karena cocok dengan kondisi lingkungan, desa desa juga membangun unit usaha melalui BUMDes dengan membangun kolam budidaya ikan di Dusun Tuyowono dengan total 18 kolam. Isinya pun bervariasi mulai budi daya lele, nila dan sebagainya.

Selain memiliki unit usaha kolam ikan, dari BUMDes juga diantaranya agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pengelolaan daur ulang sampah, pengelolaan kios desa dan usaha toko kebutuhan pertanian dan koperasi simpan pinjam.

Achmad Isnaedi menambahkan, saat ini BUMDes sudah memiliki 6 unit usaha dan diharapkan bisa lebih berkembang dan dioptimalkan lagi. Selain sudah memiliki berbagai unit usaha, sumber daya manusia pengelolaannya juga terus ditingkatkanmelalui pelatihan manajemen BUMDes.

“Termasuk pengurus dan perangkat desa melakukan studi banding ke Jawa Tengah. Salah satunya ke Sleman yang terkenal sebagai budidaya ikan nila yang bagus,” terangnya.

Dari hasil studi banding tersebut, lanjut Achmad Junaedi, harapannya hasil budidaya bisa lebih maksimal. Seperti hasil ikan yang bagus dan hasil panen yang lebih cepat. Termasuk juga ke Desa Ponggok Unggul Klaten, Jawa Tengah yang sudah berhasil mengelola potensi air menjadi tempat wisata.

“Dengan studi banding harapannya menjadi referensi wawasan sehingga meningkatkan pengetahuan terkait mengelola potensi desa supaya desa juga semakin maju,” pungkasnya. (eka/fun)