Ke Nurul Jadid, Mahfud MD Bicara tentang Negara yang Harus Miliki Cyber Army

PAITON – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mendatangi pondok pesantren Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (5/7). Dalam kesempatan itu, Mahfud MD membahas pentingnya cyber army untuk menangkal radikalisme.

Menurutnya di era melenial seperti sekarang ini, yang mana semuanya serba canggih. Penting dengan adanya cyber army. Itu, karena kaum radikal sudah banyak menguasai cyber. Mereka secara terorganisir mampu mempengaruhi masyarakat.

“Sangat penting sekali. Karena jika kita tidak bergerak, maka akan hancur,” ujarnya, dalam acara lounching Da’i Intelektual Nusantara Network (Dinun).

Ia juga menyinggung mengenai beberapa kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Menurutnya, yang pas itu bukan mendirikan negara Islam. Melainkan negara indonesia yang islami. Sebab, berbeda antara islam dengan islami.

“Banyak negara luar yang telah memperaktikkan nilai nilai islam. Seperti New Zealand, Taiwan dan lainnya. Disana itu sangat kental nilai-nilai islamnya. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Yaitu menjalankan nilai-nilai islam yang toleran dan baik,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Tohe, Direktur Dinun. Menurutnya, saat ini kalangan radikalisme sangat genjar melakukan profokasi di dunia maya. Karena itu, ia bersama dengan kaum intelektual NU menggagas adanya Dinun.

“Fungsinya tentu untuk menangkal paham radikal. Jika mereka memprofokasi maka akan kami lawan. Masa kita ditembak harus diam saja, yang pati kami tidak akan tinggal diam,” ungkapnya. (sid/fun)