Harga Cabai Rawit di Pasar Wonoasih Melejit, Pemerintah Sebut Akibat Pasokan Berkurang

PROBOLINGGO – Harga cabai rawit di Pasar Wonoasih, beberapa hari terakhir melejit. Bahkan, sejak Rabu (3/7) harga cabai rawit mencapai Rp 50 ribu per kg.

Harganya njomplang dengan di pasar lain di Kota Probolinggo. Seperti di Pasar Baru maupun Pasar Kronong. “Sampai saat ini (5/7) masih belum turun,” Ujar M. Arif Billah, Kepala UPT Pasar Wonoasih.

Bahkan, disebutkan Arif Billah, harga cenderung naik lagi. “Harganya di kisaran Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu per kg hari ini,” tambahnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, harga cabai di Pasar Baru, harganya jauh di bawah harga di Pasar Wonoasih. Di Pasar Baru, harga cabai rawit masih Rp 38 ribu per kg. Sementara di Pasar Kronong harga lebih murah. Yakni Rp 35 ribu per kg. Harga ini lebih rendah jika dibandingkan hari Selasa (2/7) yang mencapai Rp 36 ribu per kg.

Perbedaan harga cabai rawit di sejumlah pasar itu dibenarkan oleh Subagyo, kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo. “Harga cabai rawit di Pasar Wonoasih saat ini memang naik,” akunya. Menurut Subagyo kenaikan harga cabai rawit di Pasar Wonoasih tidak lepas dari ketersediaan stok cabai di pasar. Dibandingkan di 2 pasar lain yang dipantau DKUPP, ketersediaan stok cabai rawit di Pasar Wonoasih lebih sedikit. “Di Pasar Wonoasih pasokan memang lebih sedikit. Makanya harga cukup tinggi disana,” ujarnya.

Sebagian besar pasokan cabai rawit masih datang dari wilayah Kabupaten Probolinggo. Kondisi yang sudah memasuki kemarau membuat banyak tanaman cabai yang rusak. “Akhirnya petani pun mencabut tanaman cabai,” jelasnya. (put/mie)