Dua Jembatan di Banyuanyar Bakal Dikaji karena Kondisi Sempit-Tak Layak

BANYUANYAR – Dua jembatan di jalan Kabupaten masuk wilayah Banyuanyar, sudah tak layak. Selain kondisi jembatan sudah rusak, lebar jembatan juga sangat sempit. Bahkan, untuk kendaraan bermotor berpapasan melintasi jembatan itu harus berjalan gantian. Karena, jembatan yang sempit tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sekaligus dari arah berlawanan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi aspal jembatan itu sudah rusak. Selain itu, lebaran jembatan diperkirakan hanya sekitar 3,5 meter. Sehingga, jika ada kendaraan roda empat yang melintas dari arah berlawanan, harus berhenti lebih dulu dan gantian melintasi. Bahkan, jika kendaraan roda memaksa untuk tetap melintas dan harus berpapasan dengan kendaraan roda empat, cukup berbahaya. Karena kendaraan harus mepet ke tepi jembatan.

“Jembatan ini penghubung Kecamatan Tegalsiwalan-Banyuanyar dan Condong- Gading. Bahkan, hampir semua masyarakat Banyuanyar dan Gading yang akan ke Jalan raya menuju lumajang atau Kota Probolinggo, melewati jembatan ini,” kata Didik warga Banyuanyar pada Jawa Pos Radar Bromo.

Kepala Dinas PUPR kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo melalui Kabid Bina Marga, Asrul Bustami saat dikonfirmasi mengatakan, ada beberapa jembatan yang perlu dilakukan rehab. Namun, pihaknya perlu kaji lebih dulu jembatan yang masuk kategori jalan kabupaten akan direhab. Mulai dari kajian volume kendaraan yang melintas dan manfaat dari sektor perokonomian.

“Iya memang jembatan di jalan Banyuanyar itu harus ganti kalau ada kendaraan roda empat melintas. Perlu kami kaji lebih dulu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (5/7).

Asrul menjelaskan, dalam penggunaaan anggaran harus bijak. Dengan kondisi keterbatasan anggaran, harus bisa tentukan kegiatan yang prioritas di atas prioritas. Selain itu melihat dari dampak perekonomian pada masyarakat. Sehingga, anggaran yang ada tiap tahunnya dialokasikan untuk kegiatan tepat sasarana.

“Karena rehab jembatan itu membutuhkan anggaran tidak sedikit. Sehingga perlu dilakukan kajian untuk mengetahui prioritas dan kebutuhannya,” terangnya. (mas/fun)