80 Persen Administrasi Pendirian Rumah Sakit Baru Sudah Beres

PROBOLINGGO – Sepanjang tahun 2019 ini, Pemkot Probolinggo tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan Kota Probolinggo. Saat ini proses administrasi telah selesai 80 persen.

Hal ini diungkapkan Moch Soufis Subri, Wakil Wali Kota Probolinggo Rabu lalu (3/7). “Saat ini proses administrasi telah selesai 80 persen. Selasa lalu kami telah menyampaikan dokumen awal pendukung pembangunan rumah sakit,” ujarnya.

LUAS: Maket RSUD Baru. (Repro)

Subri mengungkapkan ada sekitar 13 dokumen awal yang diserahkan pada Kementrian Kesehatan. Kemungkinan masih ada dokumen-dokumen lain yang masih harus disiapkan.

“Dokumen awal yang kami serahkan antara lain seperti Copy sertifikat tanah aset yang akan digunakan untuk Rumah sakit baru, Detail Enginering Desaign (DED), Feasibility Study (FS), Rencana Anggaran Biaya (RAB), surat persetujuan tentang pembangunan jembatan, surat terkait sungai yang menjadi kewenangan provinsi,” ujarnya.

Sejauh ini, dokumen awal tersebut sudah disetujui oleh Kementrian Keseehatan untuk Pembangunan Rumah Sakit. Bahkan jika tidak ada kendala, pembangunan jembatan yang menghubungkan ke lokasi rumah sakit yang baru akan dilakukan tahun 2019.

“Tapi ini juga melihat peraturannya juga. Apakah sudah bisa dilakukan di tahun 2019,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, fokus rencana pembangunan rumah sakit pada tahapan administrasi. Sedangkan pembangunan fisik direncakanan tahun 2020.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pemkot Probolinggo berencana untuk mengembangkan rumah sakit daerah di wilayah selatan Kota Probolinggo. Pemkot mengajukan usulan pendanaan kepada Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat sebesar Rp 551.561.450.110.

Namun untuk tahap awal pembangunan akan didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020. Estimasi APBD yang digunakan untuk pembangunan awal sekitar Rp 25-30 Miliar. (put/fun)