Seniman Layangkan Petisi Penamaan Museum, Ini Alasannya  

MUSEUM: Tulisan museum Kabupaten Pasuruan yang sudah terpampang di pintu masuk museum di area Masjid Cheng Hoo Pandaan. Inset, Lucas saat menunjukkan petisi yang akan diserahkannya ke ketua dewan. (Iwan Andrik-Jawa Pos Radar Bromo Photo)

Related Post

BANGIL–Sejumlah seniman dan budayawan di Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/7) mendatangi kantor DPRD setempat. Mereka menyampaikan petisi soal penamaan museum yang masih ada embel-embel Cheng Hoo-nya.

Petisi bertajuk Gerakan Seniman Budayawan untuk Pasuruan tersebut diserahkan oleh mereka yang mengatasnamakan diri Forum Lintas Komunitas Pecinta Penekun dan Pelaku Seni Budaya Kabupaten Pasuruan.

Salah seorang partisipan forum tersebut, Lukas Cahya Buana mengungkapkan, penamaan Cheng Hoo untuk sebuah museum, dirasanya kurang sesuai. Sebab, Cheng Hoo dinilai tidak terlibat langsung dalam perjuangan berdirinya Kabupaten Pasuruan. “Kami tidak menjelekkan Cheng Hoo. Karena untuk masjid ataupun area wisata, mungkin masih sesuai. Tapi, untuk museum, kami rasa tidak pas,” kata Lucas –sapaannya-.

Lelaki yang juga menjabat Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah ini menilai, masih banyak tokoh-tokoh lokal yang bisa dijadikan rujukan nama untuk museum. Misalnya Untung Suropati yang merupakan salah seorang pahlawan dari Pasuruan ataupun Darmojoedo yang merupakan bupati pertama Kabupaten Pasuruan atau tokoh-tokoh lain.

Mereka pun meminta pemkab untuk mempertimbangkan kembali penggunaan nama Cheng Hoo tersebut. Belum ada tanggapan dari Pemkab terkait hal ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agung Maryono tak menjawab saat dihubungi.

Hanya saja, dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, di museum setempat sejatinya sudah tertulis nama museum Kabupaten Pasuruan. Tulisan itu, persis di atas pintu masuknya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menilai, penamaan Cheng Hoo pada museum tersebut, bisa jadi karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Cheng Hoo. Agar lebih mudah diingat, penamaan Cheng Hoo itu dilakukan. “Itu penafsiran kami,” nilainya.

Kendati begitu, pihaknya akan menindaklanjuti petisi yang masuk ke mejanya tersebut. “Kami akan menyampaikannya ke komisi III. Agar kemudian dikomunikasikan dengan dinas terkait,” jelas Dion –sapaan akrab ketua DPRD-. (one/mie)