Melawan saat Ditangkap, Residivis Maling Motor asal Rembang Didor  

BANGIL–Pengalaman tak enak tinggal di penjara, membuat Alvi Fahmi, 38, tak ingin kembali merasakannya. Tapi, ia tetap mencuri. Saat polisi hendak menyergapnya, lelaki asal Sumberglagah, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, ini pun malah berusaha melakukan perlawanan.

Alvi berusaha menyerang petugas dengan celurit yang dibawanya. Namun, bukannya berhasil melukai petugas dan melarikan diri. Ia malah harus tersungkur. Itu, setelah timah panas polisi menembus kaki kanannya.

Ia ditangkap anggota Buser Satreskrim Polres Pasuruan, Rabu (3/7). Ia dibekuk di sebuah area perkebunan yang ada di kampungnya.

Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono menguraikan, penangkapan tersebut berawal dari aksi kejahatan yang pernah dilakoninya. Ia bersama Paito, 36, warga Legok, Kecamatan Gempol, yang tertangkap duluan, menggarong motor milik M. Arif Ramadani, 27, warga Kelurahan Glanggang, Kecamatan Beji.

Aksi pencurian itu dilakoni keduanya, 2 Juni 2019. Keduanya mengendarai motor Honda Vario menuju Glanggang, Beji. Saat sampai di rumah korban, keduanya kemudian melihat motor Yamaha Vixion milik korban yang terparkir di halaman.

“Tersangka Alvi kemudian melakukan eksekusi pencurian motor itu dengan menggunakan kunci T. Sementara rekannya, Paito, kebagian mengawasi,” jelas Supriyono.

Korban yang mengetahui motornya raib, kemudian melaporkan kasus yang menimpanya itu ke polisi. Dari laporan itulah, petugas bergerak melakukan menangkap Paito. Dari Paito itulah, nama Alvi tercatut dan petugas pun melakukan penangkapan.

Dari pemeriksaan petugas, Alvi bukan hanya sekali beraksi. Ia sudah empat kali melancarkan aksinya di tempat berbeda. Bahkan, ia pernah ditangkap polisi atas kasus yang sama, hingga akhirnya dipenjara selama delapan tahun. Ia baru keluar penjara 2018 lalu. Namun, rupanya ia kembali berulah. Hingga akhirnya petugas kembali menciduknya.

Selain menangkap Alvi, petugas juga mengamankan enam penadah motor hasil curian. Mereka adalah Arif, 25; Ferry, 40; Kholikin, 50; Khodir, 42; dan Koirul Bashar, 33, yang merupakan warga Kecamatan Kejayan. Petugas juga mengamankan Mansur, 52, warga Blandongan, Kota Pasuruan.

“Mereka ditangkap lantaran terlibat kasus penadahan barang curian berupa motor,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan ini.

Karena perbuatannya itu, dua pelaku pencurian tersebut dijerat pasal 363 KUHP. Keduanya diancam hukuman tujuh tahun penjara. Sementara enam pelaku penadahan, diancam 480 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (one/mie)