Harga Anjlok, Petani Garam Pasuruan Pilih Timbun Hasil Panen

DILEMATIS: Muhammad Ali, petani garam asal Panggungrejo tengah mengalirkan air laut usai panen garam, Rabu (4/7) sore. Ia beserta para petani garam lainnya mengeluhkan anjloknya harga dan tingkat penjualan garam. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN-Para petani garam di Kota Pasuruan saat ini tengah memasuki masa panen. Namun, mereka tengah galau. Sebab, harga penjualan garam saat ini sedang anjlok.

Lantaran itu, tak sedikit petani yang memilih untuk menimbun garam hasil panen untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan sembari menunggu harga jual garam mentah itu kembali normal.

Sebab, jika semua hasil panen dijual sekaligus, para petani garam khawatir tak mendapat untung dari hasil panen ketujuh tahun ini.

“Keuntungannya beda dengan awal musim kemarau tahun kemarin (2018). Harganya masih Rp 1.500 per kilogramnya. Sekarang mulai turun sampai Rp 700,” ujar M Ali, petani tambak asal Panggungrejo kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Garam yang diproduksi Ali itu dijual ke salah seorang pengepul untuk dipasarkan. Ia pun mengeluhkan turunnya harga garam itu.

Padahal, cuaca saat ini cukup mendukung untuk produksi garam. “Kalau cuacanya mendukung. Panas disertai angin ini membuat garam cepat mengendap. Hasilnya bagus,” katanya. Hanya saja, 2 hari terakhir mendung dan gerimis mulai datang di musim kemarau.

Bukan hanya Ali, Abdul Kodir, petambak lainnya pun ikut mengeluhkan hal senada. Dengan turunnya harga jual garam mentah itu, keuntungan yang didapat hanya sedikit.

Kodir menjelaskan, kondisi saat ini beda dengan tahun lalu. “Tahun kemarin normal harganya. Tidak pernah anjlok setiap musim panen,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah. Misalnya dengan membuat standardisasi harga garam. Karena, lanjut Kodir, harga garam masih kerap dikendalikan oleh tengkulak. “Misalnya ada patokan dari pemerintah bisa merata harganya. Dan, stabil terus setiap panen,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan Kota Pasuruan Iskandar M. mengaku, telah memantau kondisi harga garam yang turun itu. Pemerintah juga akan menindaklanjutinya dalam waktu segera.

“Akan dirapatkan di tingkat provinsi terkait dengan turunnya harga garam ini. Mudah-mudahan bisa segera ketemu permasalahannya dan ada solusi bagi petambak garam,” akunya. (tom/mie)