Gandeng UKM-Seniman Susun City Branding Kota Pasuruan

PASURUAN–Pemkot Pasuruan kian serius untuk merealisasikan konsep city branding. Hal itu dilakukan agar Kota Pasuruan memiliki daya tawar dalam berbagai sektor.

Untuk mengawalinya, Bappelitbangda setempat menggelar Forum Group Discussion (FGD). Konsultan branding Odigiro serta sejumlah stakeholders dihadirkan, kemarin (4/7).

Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah perwakilan pelaku UKM di Kota Pasuruan. Seperti pelaku usaha makanan minuman (mamin) serta pengusaha mebeler hingga seniman.

Pemkot menilai, penyusunan city branding memang perlu melibatkan peran masyarakat secara proaktif. “Memunculkan branding suatu daerah memang harus dari masyarakat agar ada rasa memiliki. Prinsipnya, city branding itu sebagai identitas daerah dengan berbagai potensi yang dimiliki,” kata Dadik Wahyu Chang, bussiness director Odigiro.

Ia juga menguraikan, beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai identitas daerah dalam menyusun city branding di Kota Pasuruan. Seperti logo, maskot, produk unggulan, destinasi, kultur masyarakat, hingga landmark.

“Logo dalam city branding bukan hanya sebatas visualisasi saja. Melainkan ada makna, identitas, serta harapan daerah itu sendiri. Misalnya, Kota Batu ingin dikenal dari sektor wisatanya membuat tagline Batu Kota Wisata. Kemudian Surabaya juga mengesankan dengan tagline Sparkling Surabaya,” katanya.

Ahmad Rosidi, seniman yang hadir dalam FGD itu menyebut, Kota Pasuruan memiliki daya tarik dalam berbagai sektor. Misalnya dalam bidang budaya, ada Tari Terbang Bandung yang sarat akan nilai histori. Kemudian juga wisata kuliner khas seperti bipang dan ting-ting jahe.

“Kota Pasuruan dahulu juga menjadi pusat perdagangan dengan adanya Tanjung Tembikar. Begitupun dengan sektor perkebunan, kota ini memiliki peninggalan bangunan kuno P3GI. Karena itu, city branding semestinya tidak meninggalkan nilai-nilai sejarah itu,” harapnya.

Sementara, perwakilan dari pengusaha makanan minuman, Lilik berharap agar UKM nantinya menjadi salah satu hal yang ditonjolkan dalam city branding. Di Kota Pasuruan, kata Lilik, UKM kuliner dan logam menjadi salah satu sektor UKM yang perlu ditonjolkan.

“Selain dua aspek itu, juga bisa dikolaborasikan dengan ikon-ikon Kota Santri. Namun, sebelumnya, UKM yang akan dijadikan identitas daerah itu perlu ditata terlebih dahulu sebelum di-branding,” harapnya. (tom/mie)