Ditinggal Makan, Rumah di Gajahbendo Beji Dilalap Api

BEJI – Ketenangan warga Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, mendadak menjadi kegaduhan. Menyusul terbakarnya salah satu rumah, milik warga setempat, Kamis malam (4/7).

Rumah yang terbakar itu diketahui milik Abdul Jalal, 67, warga Dusun/Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji. Ia mengetahui rumahnya berkobar, setelah ditinggalnya untuk makan di rumah anaknya.

Menurut Jalal-sapaannya, ia meninggalkan rumahnya, seusai salat magrib. Niatnya untuk makan di rumah anaknya, yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumahnya. Kebetulan selama ini, ia memang hidup sendiri di rumahnya. Karena kedua anaknya, telah berkeluarga dan memiliki rumah masing-masing.

“Saya tutup semua pintu. Tak lupa, lampu rumah saya nyalakan. Saya pergi ke rumah anak saya untuk makan,” kata Jalal.

Hingga sekitar pukul 21.00 kemudian. Ia dipanggil-panggil oleh tetangganya. Sambil berteriak, tetangganya itu menyampaikan kalau rumahnya terbakar. Kontan, Jalal kaget dan langsung mengambil sepeda kayuh yang dibawanya, untuk menuju rumahnya. Begitu sampai rumah, ia melihat kalau api sudah menyala-nyala. “Apinya sudah besar, ketika saya sampai di sini,” tambahnya.

Warga yang menyaksikan kejadian itu, berbondong-bondong untuk memadamkan api. Mereka menggunakan peralatan seadanya, untuk bisa menjinakkan api. Selain menggunakan ember, warga juga menyemprotkan air menggunakan selang ke arah api.

Api berhasil dijinakkan sekitar setengah hingga satu jam lamanya. Imbas kebakaran itu, atap rumahnya hangus, menyisakan puing-puing. Sejumlah perabotan rumahnya juga ikut terbakar. Termasuk tiga unit telivisi miliknya, yang juga tak lagi berbentuk. (one/fun)