Data Stunting Kab Probolinggo Berbeda dengan Pusat, Kok Bisa Ya?

KRAKSAAN-Kabupaten Probolinggo terus berusaha menanggulangi stunting didaerahnya. Tahun ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didaerah tersebut dikerahkan guna menanggulangi hal itu. Ada sembilan kecamatan yang menjadi lokus program tersebut.

Sembilan kecamatan itu antara lain Sumber, Tongas, Gending, Paiton, Bantaran, Kraksaan, Krejengan, Tegalsiwalan, dan juga Kecamatan Lumbang. Dari sembilan kecamatan, hanya beberapa desa saja yang menjadi sasaran.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Anang Budi Yoelijanto. Menurutnya, berdasarkan data yang ada stunting di daerahnya pada 2018 lalu mencapai sekitar 17,29 persen dari jumlah balita sekitar 78.348 jiwa. Data tersebut didapat dari sertap posyandu yang ada didaerahnya.

“Untuk stunting di daerah kami cukup kecil. Hanya sekitar 17 persenan. Jumlah itu kecil dibandingkan yang ditetapkan oleh pusat sekitar 25 persen,” ujarnya kemarin (4/7).

Ungkapan itu juga untuk menepis soal data yang dikeluarkan pusat. Sebelumnya, data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) disebutkan, Kabupaten Probolinggo masuk dalam lokus 11 besar stunting di Jawa Timur. Dimana dari data 2013 yang dikeluarkan pada 2018 itu, sekitar 44,3 persen terkena stunting.

“Data ini didapat dari survei yang metodenya sampling. Ini sempat ramai karena bukan Dinkes Jatim yang mengeluarkan, ” tuturnya.

Padahal, kata Anang, di 2018 berdasarkan hasil survei, stunting mengalami penurunan. Pada tahun itu stunting di daerahnya menjadi sekitar 39,9 persen. “Karena data itu kemudian ada lokus nasional. Ada 10 desa yang masuk lokus tersebut, ” jelasnya.

Sepuluh desa itu antara lain Desa Binor, Petunjungan, Randutata, Kalikajar Wetan, Kalikajar Kulon, Sogaan, Krejengan, Rawan , Seboro, dan juga Tegalwatu. Sepuluh desa ini menjadi lokus pusat. “Itu fokus penanggulangan nasional. Untuk yang dari kami, tersebar di sembilan kecamatan, ” tandasnya.

Untuk data pada 2019 sendiri pihaknya masih belum bisa mengeluarkan. Pasalnya, data tersebut akan keluar pada Agustus mendatang. “Karena itu kami terus melakukan penanggulangan. Sehingga jumlah penderita stunting ini berkurang, ” tandasnya

Tahun ini, Kabupaten Probolinggo juga masih fokus menanggulangi stunting. Bahkan penanganannya dilakukan seluruh organisasi peangkat daerah (OPD). “Untuk penanggulangannya semua OPD masuk. Jadi tidak dipasrahkan kepada Dinkes saja. Tetapi, semuanya juga ikut menanggulangi, ” tandasnya. (sid/fun)