Alhamdulillah, Desa Terdampak Kekeringan di Kab Probolinggo Berkurang

KADEMANGAN-Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mulai mengantisipasi terjadinya kekeringan. Sebab, tahun kemarin ada 12 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang terdampak kekeringan.

Namun, dua bulan memasuki musim kemarau, belum ada laporan desa yang mengalami kekeringan atau terdampak kekeringan. Karenanya, BPBD melayangkan surat, meminta desa ataupun kecamatan segera melapor bila terjadi kekeringan. Serta, melayangkan surat permintaan pengiriman air bersih.

Sebab, tidak menutup kemungkinan, 12 desa yang terdampak tahun kemarin kembali mengalami kekeringan. Meski dari tahun ke tahun, desa terdampak kekeringan terus berkurang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengakui, masalah kekeringan di Kabupaten Probolinggo belum dapat diselesaikan hingga 100 persen. Sebab, sejumlah daerah seperti di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Banyuanyar dan sekitarnya, jauh dari mata air.

“Ada hipotesis apabila sumber air di Tancak dapat dimanfaatkan untuk dialirkan, kemungkinan kebutuhan air di daerah itu dapat dipenuhi. Tapi, karena membutuhkan biaya yang cukup besar, perlu pelaksanaan terencana dengan baik dan cermat,” ujarnya.

Faktor penyebab kekeringan, kata Anggit, salah satunya karena musim kemarau yang panjang. Serta, jauhnya sumber mata air dan kurang optimalnya jaringan air bersih atau banyak pipa yang tidak berfungsi atau rusak. “Kami siap mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak. Serta, mendistribusikan bantuan tandon yang bisa dimanfaatkan sebagai terminal air jika memang terjadi kekeringan,” ujarnya.

Selain itu, kata Anggit, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama terkait kegiatan pipanisasi dan pengeboran sumur. Serta, mengoptimalkan sumber mata air agar menjadi prioritas di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Sejauh ini melalui upaya tersebut dan optimalisasi jaringan air, dapat menurunkan jumlah daerah terdampak kekeringan. Dari tahun ke tahun desa yang terdampak kekeringan terus berkurang,” ujarnya.

Soal masih adanya hujan turun di wilayah Kabupaten Probolinggo, Anggit mengatakan, pihaknya tidak dapat memastikan cuaca yang akan terjadi. Sesuai rilis BMKG, diperkirakan selama 3 hari (Rabu-Jumat) akan hujan. “Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang terjadi hujan. Termasuk di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)