Kakek Sebatang Kara asal Mangunharjo Ditemukan Tewas dalam Rumah

MAYANGAN-Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis pagi (4/7) geger. Itu setelah seorang warga setempat ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Korban nahas itu diketahui bernama Atim, 70. Tiap harinya, kakek Atim jadi pemulung rongsokan yang hidup sebatangkara. Atim ditemukan meregang nyawa di dalam rumahnya. Diduga, ia telah meninggal lebih dari 2 hari sejak awal ditemukan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, penemuan mayat itu pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00. Awalnya, tetangga Atim curiga saat mencium bau tak sedap. Dugaan awal, bau tak sedap itu dari bangkai tikus atau hewan lain.

“Dua hari lalu, tetangga belakang rumah Atim mencium ada bau busuk. Awalnya dipikir ada bangkai hewan atau apa yang mati,” kata Tutik, 59, warga RT 03/ RW 12 Kelurahan Mangunharjo.

Perempuan yang masih kerabat Atim itu menjelaskan, sekitar pukul 09.00 sejumlah tetangga curiga lantaran bau busuk itu tercium dari rumah Atim. Warga pun berupaya membuka rumah Atim. Saat itulah diketahui Atim telah meninggal.

“Saya sudah semingguan ini tidak melihat Atim. Saya juga tidak merasakan dan baru tahu kalau ternyata ia meninggal di dalam rumah,” terang Tutik.

Ia menjelaskan, selama ini Atim memang sudah sering sakit-sakitan. Dulunya, sempat dirawat oleh Dinas Sosisal (Dinsos) dan mendapatkan bantuan. ”Tiap harinya, berangkat subuh dan pulang habis magrib untuk memulung rongsokan. Kebetulan, tinggal sendirian, tidak punya anak dan istri,” terangnya.

Kapolsek Mayangan Kompol Firman saat dikonfirmasi mengatakan, dugaan kuat korban meninggal karena penyakit yang dideritanya. Yaitu penyakit lipra. Namun, karena korban tinggal sendirian di dalma rumah, tidak cepat diketahui saat meninggal.

Diperkirakan Atim meninggal sudah dua hari lebih. Sebab, kondisi mayatnya sudah mengeluarkan bau tidak sedap. ”Kami akan lakukan visum untuk pastikan penyebabnya,” jelasnya. (mas/mie)