Empat Kali Dipulangkan, Ada PSK yang Kembali Mangkal di Tretes

TES KESEHATAN: Salah satu PSK yang diciduk dari razia 1 Juli lalu, saat menggelar tes kesehatan di Puskesmas Gondangwetan. Dari 4 PSK yang diamankan, 1 di antaranya didapati terinfeksi HIV. (Dinsos for Radar Bromo).

Related Post

PRIGEN – Meski berkali-kali dirazia, kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, belum bisa steril dari praktik bisnis prostitusi. Petugas selalu menemukan pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal tiap menggelar razia.

Mayoritas PSK yang ditemukan berasal dari luar Pasuruan.

Ironisnya, dari sejumlah PSK yang telah dipulangkan, ditemukan kasus PSK yang balik kucing atau kembali lagi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wahyu Widodo, kasi Pelayanan Rehabilitas Sosial Dinsos Kabupaten Pasuruan. Ia mengatakan, sampai Rabu (3/7) sudah ada 52 PSK yang terkena razia dan dibawa ke Rumah Singgah Bina Hati.

Mayoritas PSK yang diamankan berasal dari luar daerah. “Ada 80 persen,” jelas Wahyu Widodo. Mereka tersebar dari sejumlah kota/ kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sisanya dari Pasuruan, seperti dari Pasrepan, Gempol, Prigen, Bangil, Pandaan, dan Tosari. “Dari PSK yang datang (ke rumah singgah), kami lakukan assessment. Ternyata, masih ditemukan PSK yang kembali lagi,” terangnya.

Tercatat, dari 52 PSK yang dipulangkan itu, 2 di antaranya kembali lagi. Dua PSK yang kembali terciduk itu, sama-sama kembali mangkal di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen.

Salah satunya, saat petugas menggelar razia di Tretes, Prigen, 1 Juli lalu. Dari 4 PSK yang diciduk, 1 PSK tercatat sudah keempat kalinya terdata di Rumah Singgah.

PSK itu padahal sebelumnya telah dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Namun, ternyata kembali lagi mangkal di kawasan Tretes.

Wahyu menjelaskan, untuk PSK yang balik kucing, akan lebih diintenskan agar tidak kembali lagi. “Ini, apalagi sudah sampai keempat kali (terciduk) tapi tidak kapok. Sehingga, langkah kami adalah memanggil Dinsos asal dan keluarganya agar menjemput sendiri di sini. Tidak lagi kami antar ke alamat asal,” terangnya.

Termasuk dari Dinsos Kabupaten Pasuruan juga akan memanggil dari kelurahan agar lebih ada perhatian. Wahyu mengatakan, PSK yang kembali lagi ini dikatakan karena ada masalah ekonomi. Seperti terlilit utang. Sehingga, terpaksa harus kembali bekerja agar mendapatkan uang.

Kepada para PSK yang terciduk, Dinsos sejatinya juga sudah melakukan pembinaan. Baik psikologi sampai tahap pengembalian ke keluarga dibantu Dinsos asal PSK.

Dinsos sendiri berupaya agar PSK yang sudah di assessment di Rumah Singgah bisa mendapatkan pembinaan di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri agar mendapatkan pelatihan keterampilan. (eka/mie)