Begal TMP Kraksaan Diotaki Pedagang Cilok

PAJARAKAN – Otak sekaligus eksekutor kasus pembegalan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP), Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya ditangkap. Dia adalah Mohammad Andre, 33, warga Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan.

Tak hanya Andre, anggota Satreskrim Polres Probolinggo juga mengamankan penadahnya. Yakni, Muhammad Slamet, 28, warga Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Dari catatan kepolisian, Slamet pernah dipenjara karena melanggar Undang-Undang Kesehatan.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengaku, pihaknya berhasil mengamankan otak kasus pembegalan yang terjadi pada 4 Mei lalu. Serta, pembeli barang hasil curiannya. Mereka ditangkap di tempat berbeda. “Sebelumnya kami sudah menangkap joki motor saat aksi begal itu yakni Ali Mustofa,” ujarnya.

Menurutnya, Andre dibekuk di sebuah rumah di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (2/7) malam. Berhasil membekuk Andre, polisi langsung memburu penadahnya. Malam itu juga, Slamet dibekuk ketika berada di rumahnya. “Pelaku kami amankan tanpa perlawanan,” ujarnya.

Slamet diamankan polisi beserta barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy. Sepeda motor ini merupakan hasil perampokan yang dilakukan Andre. Kini, mereka sama-sama ditahan di Mapolres Probolinggo. “Mereka mengakui telah melakukan pembegalan. Pengakuannya hanya satu kali melakukan aksi pembegalan itu,” ujar Riyanto.

Sedangkan, Andre mengaku membegal karena terpengaruh minuman keras (miras). Kepada penyidik, dia mengakui sebelumnya pernah melakukan kejahatan. “Dua kali saya melakukan kejahatan. Yang pertama memeras anak pacaran,” ujarnya.

Pedagang cilok ini mengaku menyesal telah melakukan tindak kriminal. Terlebih ketika mengingat anaknya yang kini masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Saat dimintai keterangan, dia menangis dan meminta dipertemukan dengan anak-istrinya. “Saya sangat menyesal,” ujarnya.

Berbeda dengan Slamet. Dia terlihat cukup tegar. Namun, ia mengaku membeli sepeda motor dari Andre karena tidak mengetahui jika hasil perampokan. Kepadanya, motor itu disebutkan hasil kredit macet. “Saya beli tiga juta. Dibilang itu kredit macet,” ujarnya.

Slamet juga mengaku sebelumnya pernah dipenjara dalam kasus berbeda. Dulu dia masuk hotel prodeo karena tanpa izin mengedarkan sediaan farmasi. Dengan ditangkapnya dua orang ini, total ada tiga orang yang kini diamankan polisi. Sebab, sebelumnya polisi telah mengamankan Ali Mustofa. Dalam kasus pembegalan ini, dia berperan sebagai joki.

Riyanto mengatakan, dalam perkara ini ketiganya disangka telah melanggar pasal berbeda. Andre disangka melanggar 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, sama dengan Ali Mustofa. Sedangkan, Slamet disangka melanggar pasal 480 KUHP tentang Menadah Barang Hasil Curian. (sid/rud)