250 Keluarga di Kota Pasuruan Belum Cairkan Bantuan

SENANG: Salah satu ibu-ibu di Kota Pasuruan dibantu petugas kepolisian usai mendapat bantuan pangan non tunai. Belum seratus persen penerima bantuan pangan non tunai yang menerima. (Dinsos Kota Pasuruan for Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bulan Juni di Kota Pasuruan belum mencapai 100 persen. Sebanyak 253 KPM belum mencairkan bantuan untuk bulan Juni.

Kabid Fakmis di Dinas Sosial Kota Pasuruan Mansur menyebut, ada 253 KPM yang belum mencairkan bantuan. Penyaluran bantuan itu sendiri dilakukan di masing-masing agen penyalur pada 18 – 21 Juni.

“Realisasi penyaluran pada bulan Juni mencapai 96,75 persen. Jumlah KPM yang mendapat bantuan seluruhnya ada 7.525,” katanya.

Mansur menjelaskan, ada beberapa sebab yang membuat 253 KPM itu belum mencairkan bantuannya. Di antaranya, karena meninggal, pindah, sudah mampu, dan tidak ditemukan. Rinciannya, yang meninggal sebanyak 27, pindah domisili 10, penerima yang sudah mampu sebanyak 6, dan data yang tidak ditemukan ada 33 KKS (kartu keluarga sejahtera).

“Ada juga yang memang belum melakukan transaksi ke agen penyalur, jumlahnya 5 KKS. Yang paling banyak karena KKS bermasalah, ada 162 KKS,” ujarnya.

Pihaknya juga akan terus memperbarui data KPM itu, sehingga bantuan lebih tepat sasaran. Terutama untuk KPM yang telah pindah domisili, meninggal, mampu, dan KKS bermasalah.

“Namun, untuk KPM yang belum melakukan transaksi tidak. Karena mereka masih bisa mencairkan bantuan pada bulan depan,” bebernya.

Untuk diketahui, setiap KPM dapat mencairkan bantuan berupa bahan pokok beras dan telur ayam melalui e-warung. Setiap bulan, besarnya bantuan yang diberikan nilainya Rp 110 ribu. (tom/fun)