Warga di Lekok Terserempet Peluru Nyasar saat Bercengkrama di Dalam Rumah

LEKOK – Soliha sempat terkejut saat mendengar suara kaca pecah, Selasa pagi (2/7). Tak berselang lama, wanita 45 tahun itu merasakan panas di pelipis mata sebelah kirinya. Rasa panas itu kemudian berubah menjadi luka seperti bekas tergores. Hanya beberapa milimeter saja, luka goresan itu dekat dengan indra penglihatannya.

PECAH KACA: Rumah Soliha dan Asmat di Dusun Darin, Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, dikunjungi polisi dan TNI, usai kejadian. (Istimewa)

Luka itu muncul usai proyektil peluru “nyasar” yang masuk ke rumahnya di Dusun Darin, Desa Semedusari, Kecamatan Lekok. Proyektil peluru milik personel TNI AL yang “nyasar” hingga akhirnya merusak jendela rumah dan sejumlah barang di dalam. Tak hanya Soliha yang terkejut. Asmat, 55, yang tak lain suaminya, juga ikut berdebar, meski istrinya hanya terserempet peluru.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00. Pagi itu, Asmat dan Soliha bersama keluarganya sedang duduk di ruang tamu rumah mereka untuk bercengkerama. Tiba-tiba, terdengar bunyi kaca pecah. Setelah dicek, kaca depan rumah dan kaca meja hancur.

Tak lama kemudian, Soliha merasakan panas di pelipis kirinya. Ternyata, ada bekas seperti terserempet benda panas. Mereka lantas mencari penyebab kaca rumah mereka pecah. Saat itulah ditemukan sebuah peluru berwarna kuning di bawah meja yang pecah.

“Peluru itu sebesar jempol dan saat dipegang oleh korban masih hangat. Asmat lantas mendatangi Kades setempat untuk melaporkan peristiwa ini,” ungkap tokoh masyarakat setempat, Eko Suryono.

Eko -sapaan akrabnya- menjelaskan, usai laporan ini, Kades mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat dan warga. Dari sini diketahui jika Senin (1/7) malam sekitar pukul 20.00, ada sejumlah prajurit TNI AL yang melakukan latihan hingga dini hari.

Menurutnya, dari informasi yang didapatkan dari Asmat, peristiwa ini bukanlah yang pertama kali. Pada 2018 lalu, kaca depan rumah Asmat juga pecah akibat terkena getaran hebat dari ledakan bom yang dilakukan dalam latihan TNI AL.

“Tadi (kemarin, Red) sejumlah anggota kepolisian dari Polsek sempat mendatangi rumah korban untuk meminta informasi. Informasinya, anggota TNI AL juga datang,” jelas Eko.

Sementara itu, Kades Semendusari Hartoyo membenarkan adanya peristiwa peluru nyasar yang menimpa salah satu warga di desanya. Namun, pihaknya memastikan peristiwa ini diselesaikan secara damai. Menurutnya, TNI AL sudah bersedia memperbaiki rumah Asmat.

“Betul. Rumah Asmat rusak karena terkena peluru nyasar. Cuma, tadi (kemarin, Red) anggota TNI AL sudah mendatangi rumah korban dan bakal memperbaiki,” sebutnya.

Jawa Pos Radar Bromo sudah berupaya meminta penjelasan dari Humas Kolatmar TNI AL Grati Mayor Marinir Yopie. Namun, yang bersangkutan mengaku sedang ada giat dan berjanji bakal menjelaskan pada koran ini hari ini (3/7).

“Besok saja kami jelaskan, sekarang lagi ada giat. Besok dikabari,” terangnya melalui pesan pendek pada wartawan koran ini.

Sejumlah Desa di Kecamatan Lekok, memang dekat dengan pusat latihan tempur TNI AL. Bahkan, beberapa desa pernah bersengketa. (riz/fun)