Tandai Capaian 99 Hari Kerja, Wali Kota Probolinggo Tekankan Partisipasi Masyarakat

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin – Wakil Wali Kota Moch Soufis Subri menandai capaian 99 hari kerja mereka dengan menggelar pers rilis. Pers rilis dilakukan Senin (1/7) dengan memaparkan beragam capaian yang sudah mereka lakukan.

Acara yang digelar di gedung Puri Manggala Bakti, kantor Pemkot Probolinggo itu dihadiri puluhan wartawan. Baik dari Kota Probolinggo maupun dari luar Kota Probolinggo. Bahkan, pegiat YouTube Kota Probolinggo pun diundang untuk merekam momen itu.

Wali Kota lebih dulu menjelaskan visinya, yaitu bersama rakyat membangun Kota Probolinggo lebih baik, berkeadilan, sejahtera, transparan, aman, dan berkelanjutan. Makna visi itu menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tugas dan peran pemerintah. Keterlibatan masyarakat penting dalam proses pembangunan yang berlangsung.

“Sehingga, pemerintah mendorong keterlibatan atau partisipasi aktif masyarakat untuk membangun dalam lingkup terkecil dulu yaitu kampung. Maka, muncullah ide Kampung Tematik ini,” ujarnya.

Kampung Tematik, menurutnya, melibatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya. Jika partisipasi masyarakat terus ada, maka akan bertahan. Tidak hanya ada saat kegiatan lomba saja.

Selain itu, keterlibatan masyarakat menjadi penting dalam hal pengawasan program yang telah dilakukan Pemerintah. Seperti kebijakan adanya fasilitas tempat ibadah di lingkungan kerja yang memadai.

“Untuk kebijakan ini, kami sudah sidak di tempat bekerja seperti pertokoan. Tapi, juga perlu dari masyarakat aktif untuk melaporkan jika ada tempat bekerja yang tidak menyediakan tempat yang memadai untuk beribadah,” ujarnya.

Selama pers rilis, Wali Kota Hadi menyampaikan beragam terobosan program, gebrakan, hingga inovasi program yang telah dilakukan. Seperti penutupan tempat perjudian di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, bersama Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal. Namun, upaya ini tidak bisa hanya sekadar ditutup saja, tapi masyarakat juga ikut mengawasi pasca dilakukan penutupan.

“Warga di sekitar tempat perjudian juga perlu memantau, apakah tetap berjalan diam-diam. Jika memang masih berjalan maka laporkan,” jelasnya.

Saat ini Pemkot Probolinggo, menurutnya, memaksimalkan proses pembangunan terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Bidang kesehatan, salah satunya adalah pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan Kota Probolinggo.

“Pembangunan rumah sakit ini tidak hanya sekadar memberikan fasilitas kesehatan bagi warga di selatan Kota Probolinggo. Namun, juga diharapkan mampu membantu meningkatkan aktivitas perekonomian di wilayah selatan,” ujarnya.

Sedangkan untuk sektor pendidikan, Politisi PKB ini menjelaskan bahwa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan digagas pendidikan gratis di sekolah negeri. Dan, pendidikan murah dan terjangkau di sekolah swasta.

“Bahkan, kami berencana untuk memberikan gratis seragam kepada peserta didik baru. Saat ini masih dalam perencanaan penghitungan anggaran,” ujarnya. (put/fun)