Segini Jumlah Cabor dan Atlet Kota-Kabupaten di Pasuruan-Probolinggo yang Dikirim ke Porprov

AJANG Pekan Olahraga Provinsi (Porprov VI) Jatim 2019 bakal segera dimulai. Di ajang yang bakal digelar di empat daerah (Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban), empat daerah di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo, sudah menyiapkan diri demi bisa bersaing dan naik peringkat dari pelaksanaan Porprov sebelumnya.

Di Porprov kali ini, KONI di Kota-Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo, harus lebih selektif. Pasalnya, pelaksanaan yang digelar di empat daerah, jelas akan membuat pengeluaran bisa lebih besar. Venue cabor yang tersebar, memiliki jarak yang cukup jauh.

Masing-masing daerah juga sudah menentukan, ada berapa cabang olahraga yang diikutkan. Pun begitu dengan jumlah atlet di tiap cabor. Namun rata-rata, tiap daerah mengirim lebih dari 120 atlet.

Banyak atau sedikitnya pengiriman atlet, bukan hanya menyangkut soal anggaran. Namun juga efektivitas untuk merealisasikan raihan medali. Sehingga target peringkat bisa dicapai.

Tilik saja Kabupaten Pasuruan. Daerah yang di Porprov 2015 lalu berhasil menduduki peringkat delapan, kini tetap memburu kenaikan rangking. Sebelumnya, peringat Kabupaten Pasuruan dalam kejuaraan olahraga tinkat daerah di Jatim itu, hanya bertengger di angka delapan. Namun, tahun ini, ditargetkan bisa naik satu peringkat. Yakni harus bertengger di peringkat tujuh. Upaya itu bisa dilakukan, dengan jalan menaikkan jumlah medali.

Ketua Umum KONI Kabupaten Pasuruan, H. Moch. Mulyadi menyampaikan, ada 23 cabang olah raga yang akan diikuti kontingen Kabupaten Pasuruan pada Porprov 2019. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun 2015, yang hanya 20 cabor. Banyaknya cabor itu, diharapkan mampu mendongkrak prestasi kontingen Kabupaten Pasuruan dalam ajang Porprov 2019.

Untuk itu, kontingen Kabupaten Pasuruan harus memburu medali sebanyak-banyaknya. Menurut Mulyadi, target medali pada ajang Porprov tahun ini, memang dinaikkan. Medali emas, misalnya. Pihaknya mengestimasi bisa meraih 30 medali. Sementara perak, sebanyak 23 medali. Dan untuk perunggu, sejumlah 27 medali.

Jumlah itu, lebih banyak dibandingkan Porprov 2015 lalu. Di mana, medali emas yang didapatkan, ”hanya” 15 medali. Sementara medali perak, sebanyak 13 medali. Dan untuk medali perunggu, ada 29 medali.

Beberapa cabor menjadi harapan untuk bisa meraih medali-medali tersebut. Seperti cabor kempo, yang diancang-ancang bisa mendapatkan tiga medali emas, empat medali perak dan dua medali perunggu. Selain itu, ada pula cabor selam, yang diproyeksikan bisa membawa pulang empat medali emas, tiga medali perak dan dua medali perunggu.

“Semua cabor yang diikuti, kami estimasikan bisa mendapatkan medali. Meski tak semuanya medali emas. Kami rasa, targetkan kami realistis,” tambahnya saat didampingi Sekretaris Koni Kabupaten Pasuruan, Muriad.

Begitu juga dengan Kota Pasuruan. Koni kota setempat berupaya meraih prestasi maksimal di ajang empat tahunan tersebut. Sedikitnya Koni menerjunkan 200 orang atlet dari 20 cabor berprestasi.

Ketua KONI Kota Pasuruan, Sugeng Pradikto mengungkapkan ada sejumlah pertimbangan yang dilakukan KONI sebelum memutuskan atlet yang turun bertanding. Pihaknya menggunakan sistem degradasi bagi atlet yang diikutkan.

Maksudnya, atlet itu memiliki prestasi konsisten di berbagai even. Karena itu, tidak menutup kemungkinan pemain yang dikenal sebagai bintang dan berprestasi selama ini, bisa tidak diikutkan. Hal ini disebabkan, prestasinya menurun menjelang Porprov.

Sugeng -sapaan akrabnya- menjelaskan Koni Kota Pasuruan menerapkan sistem efisiensi dan efektivitas. Ia merinci ada 20 cabor yang dibawa pada ajang Porprov mendatang. Yakni, renang dengan enam atlet, senam 14 atlet, selam lima atlet, bilyar enam atlet, bridge 10 atlet, bola basket 23 atlet dan hokey 33 atlet. 97 atlet ini bertanding di venue Kabupaten Gresik.

Selanjutnya, pencak silat dua atlet, panjat tebing empat atlet, wushu 16 atlet, taekwondo tujuh atlet dan menembak 10 atlet. 39 atlet ini bertanding di venue Kabupaten Lamongan. Lalu, kempo delapan atlet, tinju tujuh atlet, karate 10 atlet, bulutangkis 12 atlet dan atletik empat atlet.

Ke 41 atlet ini bakal bertanding di venue Kabupaten Tuban. Serta, catur sebanyak satu atlet, bola voli 12 atlet dan petanque 10 atlet. 23 atlet ini bakal bertanding di venue Kabupetan Bojonegoro. Sehingga total ada 200 atlet yang diturunkan.

“Atlet-atlet yang kami terjunkan ini memiliki potensi untuk meraih prestasi. Saat latihan selama pemusatan latihan cabang (Puslatcab), mereka menunjukkan perkembangan yang baik,” ungkapnya.

Bergeser ke Kabupaten Probolinggo, dimana KONI mengikutkan 22 cabor. Dari 22 cabor tersebut sedikitnya mengikutkan sekitar 146 atlet yang akan dikirm.

Humas KONI setempat Richard mengatakan, dari 22 cabor yang diikutkan, adalah cabor yang dinilai sudah diproyeksi meraih medali. Sebab, menurutnya tidak semuanya cabor di target medali.

Adapun beberapa cabor saja yang ditargetkan medali yaitu whusu, tinju, tarung derajat, taekwondo, paralayang, muaythai, bulutangkis, balap sepeda dan juga anggar. “Karena itu kami pilih yang siap dan memang yang benar benar potensi. Karena itu, dalan porprov tahun ini kami meminta doa agar target 12 besar bisa terpenuhi,” tandasnya.

Terakhir adalah Kota Probolinggo. Di antara empat daerah, Kota Probolinggo yang paling sedikit mengirimkan cabor maupun atlet. Hanya 18 cabor, dengan total atlet 124. Namun KONI setempat berkeyakinan, jumlah tersebut justru sangat efektif untuk mendongkrak peringkat Kota Mangga di ajang empat tahunan tersebut.

Menurut Ketua KONI Kota Probolinggo Siswadi, dari 124 atlet rinciannya terdiri dari 72 atlet putra dan 52 putri. Adapun jumlah offisial, asisten dan pelatihnya sebanyak 45 orang.

Disinggung mengenai persiapan, Koni yang terus berkoordinasi dengan para pengurus cabor terus melakukan upaya yang terbaik. Mulai dari persiapan pemberangkatan hingga tiba di lokasi. Termasuk persiapan para atlet yang mau bertanding. “Sebelum bertanding, para pelatih dari tiap cabor pasti mempersiapkan atletnya. Baik mulai mental, fisik dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Ditanya soal medali, Siswadi menyebut, 6 emas yang ditargetkan bisa diraih. Ke enamnya diprediksi bisa diperoleh dari anggar, balap sepeda, bilyar, catur, petanque, dan taekwondo.

Sayangnya, dari target medali itu, tak ada nama cabor panjat tebing yang diproyeksi bisa meraih emas. Cabor yang memiliki banyak atlet berprestasi di Kota Probolinggo itu, hanya memasang target perunggu di Porprov kali ini.

“Jadi hasil pemetaan kita setidaknya ada 6 emas, 15 perah dan 19 perunggu yang berhasil disabet. Syukur-syukur lebih dari itu,” pungkasnya. (one/riz/sid/rpd/fun)