Pelaku Utama Perkosaan Bergilir di Sungi Wetan Dituntut 7 Tahun Penjara

POHJENTREK – Dyt yang sudah lebih dulu menjadi terdakwa, bakal lama berada di balik jeruji besi. Itu, setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan menuntut terdakwa pidana selama tujuh tahun.

Persidangan pemerkosaan ini dilaksanakan secara tertutup di ruang sidang anak sekitar pukul 11.30. Dalam persidangan beragendakan tuntutan ini, terdakwa didampingi oleh penasihat hukum (PH) dan kedua orang tuanya.

SEMPAT TRAUMA: Bunga yang menjadi korban pemerkosaan bergilir. (Dok. Radar Bromo)

JPU Kejari Kota Pasuruan Murni Erdianti mengungkapkan, pihaknya menuntut Dyt dengan tuntutan maksimal. Pasalnya, terdakwa memang terbukti sudah melakukan tindakan pemerkosaan disertai ancaman pada Bunga.

Murni menjelaskan, menurut aturan UU Nomor 35 Tahun 2014, pelaku di bawah umur maksimal dikenakan separo dari ancaman pidana orang dewasa. Dimana, ancaman pidana orang dewasa mencapai 15 tahun. Karena itulah, ia menuntut tujuh tahun.

“Ia terbukti bersalah dan melanggar pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014,” ungkapnya.

PH terdakwa, Sudiono menjelaskan, pihaknya menilai tuntutan dari JPU Kejari Pasuruan terlalu tinggi. Sebab, terdakwa sudah mengakui perbuatannya telah memperkosa Bunga. Selain itu, terdakwa masih berusia di bawah umur.

“Tentunya saya akan mengajukan pembelaan dan meminta agar majelis hakim meringankan putusannya nanti. Sebab, terlalu tinggi,” sebut Sudiono.

Sementara itu, ibu korban, Nt meminta agar hakim melihat secara objektif berdasarkan fakta persidangan. Menurutnya, Bunga sudah diperkosa di dua tempat berbeda oleh pelaku sebelum akhirnya Bunga ditinggalkan di ladang jagung di Desa Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek.

“Anak saya diperkosa dan ditinggalkan seorang diri. Tentunya, saya meminta pelaku dihukum maksimal sesuai perbuatannya,” terangnya saat ditemui usai persidangan.

Untuk diketahui, Bunga yang belum genap berusia 17 tahun digilir oleh lima pemuda yang baru dikenalnya melalui media sosial. Insiden ini dialami Bunga pada Minggu (26/6). Ironisnya, kelima pelaku tidak hanya memperkosanya.

Usai menggilir Bunga, para pelaku mengambil barang berharga milik Bunga. Setelah melakukan aksi bejatnya, Bunga ditinggal seorang diri di sebuah lahan perkebunan di Desa Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, sebelum ditolong oleh seseorang yang melintas. (riz/fun)