Jika Raih Medali Porprov, Ini yang Dijanjikan Kepada Atlet di Pasuruan-Probolinggo

BESARNYA biaya yang dikeluarkan KONI untuk Porprov, jelas harus dibarengi dengan prestasi. Bahkan setiap daerah juga menyiapkan anggaran khusus sebagai reward, bagi atlet yang meraih prestasi. Di sisi lain, KONI juga menyiapkan punishment terhadap cabor, jika tak mampu merealisasikan targetnya.

SEBELUM DILEPAS: Ratusan atlet Porprov Kabupaten Pasuruan sebelum dilepas di pendapa beberapa waktu lalu. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Seperti Kabupaten Pasuruan misalnya. Daerah ini, paling besar menyiapkan dana untuk pemberian bonus. Betapa tidak, setiap atlet yang meraih emas, dijanjikan akan diberi Rp 35 juta.

Biaya untuk partisipan dalam Porporv 2019 tidaklah murah. KONI Kabupaten Pasuruan harus menyiapkan anggaran hingga Rp 2 miliar untuk ajang tersebut. Dana miliaran rupiah itu, digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari sarana dan prasarana kontingen, transportasi dan akomodasi hingga pemberian reward. Sekretaris KONI Kabupaten Pasuruan,

Sekretaris Koni Kabupaten Pasuruan, Muriad menuturkan, KONI Kabupaten Pasuruan mendapatkan sokongan dana hingga Rp 5 miliar tahun ini. Dana itu dipergunakan untuk pembinaan cabor-cabor dan operasional KONI. Dari jumlah itupula, sebagian dipergunakan untuk Porprov. “Khusus untuk Porprov, dialokasikan dana hingga Rp 2 miliar,” jelas Muriad mewakili Ketua Umum KONI Kabupaten Pasuruan, H. Moch Mulyadi.

Ia menambahkan, kebutuhan untuk Porprov 2019 cukup besar. Karena, diselenggarakan di empat wilayah. Yakni Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Tuban.

Besarnya anggaran yang disiapkan, untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya, adalah sarana dan prasarana kontingen. “Seperti seragam kontingen. Anggarannya bersumber dari situ,” urainya. Belum lagi untuk biaya transportasi, dan akomodasi serta uang saku kontingen.

Khusus untuk reward, KONI menyebut nilainya lebih tinggi dibandingkan Porprov sebelumnya. Khususnya untuk peraih medali emas. Pada Porprov 2015, besaran yang didapatkan untuk atlet peraih emas, senilai Rp 25 juta per medali yang didapatkan. Sementara pada Porprov tahun 2019 ini, reward yang diberikan mencapai Rp 35 juta per emas.

Reward tersebut bisa saja lebih banyak diterima atlet. Karena satu orang atlet, bisa mengikuti lebih dari satu kompetisi. “Khusus emas, rewardnya kami naikkan. Untuk perak dan perunggu, masih dalam pembahasan. Sebelumnya, reward untuk perak adalah Rp 15 juta. Sedangkan perunggu sebesar Rp 10 juta. Kami masih lakukan pembahasan apakah dinaikkan atau tetap,” sampainya.

Bukan hanya atlet yang bisa mendapatkan reward. Para pelatih yang berhasil mengantarkan atletnya juara, akan mendapatkan reward. “Tentunya pelatih juga akan mendapatkan reward, agar semakin terlecut,” urainya yang belum merincikan besaran reward tersebut.

Dikatakan Muriad, jumlah kontingen yang diterjunkan pada penyelenggaraan Porprov 2019, mencapai 308 peserta. Jumlah itu terbagi dari atlet dan pelatih. Untuk atlet, ada sebanyak 243 yang akan diterjunkan dari berbagai cabor. Baik laki-laki ataupun perempuan. Sementara sisanya, sebanyak 65 orang, adalah pelatih.

Sementara itu, Humas KONI Kabupaten Pasuruan, M. Hidayat menegaskan, bukan hanya reward yang diberikan. Tetapi ada punishmen yang akan diberlakukan. Punshmen itu sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Bila tak mencapai target, tentu ada sanksi. Sanksinya, bisa pengurangan dana cabor. Dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” tandasnya.

Berbeda dengan Kabupaten Pasuruan, di Kota Pasuruan, KONI tak merinci berapa besaran reward yang akan diberikan. Ketua Koni Kota Pasuruan, Sugeng Pradikto, tak menyebut spesifik, akan diberi berapa bila atlet meraih medali. Sugeng hanya memastikan tetap ada.

“Bonus sudah kami siapkan. Besarannya berapa belum bisa kami sampaikan. Yang jelas besaran bonus tersebut minimal sama besar dengan porprov sebelumnya,”sebut Sugeng.

Sementara itu, hal serupa juga diberlakukan oleh KONI Kabupaten Probolinggo. Reward juga disediakan bagi atlet maupun atlet, dengan bentuk fresh money.

Untuk pemain yang berhasil mendapatkan medali emas berhak mendapatkan bonus sebesar Rp 20 juta, medali perak Rp 10 juta dan mendali perunggu sekitar Rp 5 juta. Sedangkan untuk pelatih yang berhasil mengantarkan atletnya mendapatkan medali emas Rp 5 juta, perak Rp 3 juta dan prunggu sekitar Rp 1 juta.

Cholid Abu Bakar selaku sekretaris KONI mengatakan, reward atau bonus yang diberikan tersebut bertujuan untuk merangsang atlet dan pelatih. Sehingga, ketika berlaga di Porprov nanti terpacu dan bisa meraih medali.

Meskipun anggaran dana pada porprov kali ini hamper sama dengan empat tahun lalu yaitu sekitar Rp 750 juta, namun pihaknya tetap mengalokasikan untuk bonus. Hal itu penting demi kemaslahatan bagi para atlet dan juga pelatih.

“Kalau dulu di satu kota sekitar Rp 700 juta. Sekarang di empat kota anggarannya cuma naik Rp 50 juta. Tetapi, untuk bonus tetap kami berikan sebagai penghargaan,” jelasnya.

Setali tiga uang, Kota Probolinggo juga sudah berancang-ancang memberikan reward. Dengan reward itu, Siswadi selaku ketua KONI berharap, atlet bisa bertanding dengan maksimal. (one/riz/sid/rpd/fun)