Curi 5 Motor Modus Minta Sumbangan, Dipasarkan secara Online

PROBOLINGGO-Perbuatan Anton Wijaya, 27 dan Asnawi, 43, ini terbilang nekat. Mereka berani memasarkan sepeda motor curian secara online. Bukan hanya satu motor. Namun, lima motor sekaligus.

Semua motor itu dicuri dengan cara yang sama. Yaitu, pura-pura datang ke rumah warga untuk minta sumbangan atau amal. Jika pemilik rumah lengah, motor pun digondol.

Keduanya akhirnya ditangkap setelah ada yang melihat aksi mereka. Mereka ditangkap petugas Buser Polres Probolinggo Kota di rumah masing-masing, Senin (17/7). Anton ditangkap di Dusun Sentong, RT 18/RW 5, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas dan Asnawi ditangkap di Dusun Krajan, RT 02/RW 3, Desa Pajarakan Kulon, Desa Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Mereka diperlihatkan pada awak media saat pers rilis di Mapolresta, Selasa (2/7) siang. Selain itu, ada lima motor hasil curian yang dijadikan barang bukti.

“Kelima motor itu hasil curian  yang belum terjual. Mereka ini menjual motor curian secara online. Kalau belum laku ditampung di rumahnya dulu,” terang Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal.

BARANG BUKTI: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat menunjukkan salah satu bukti motor yang dicuri pelaku. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Kedua pelaku menurut Kapolresta, selalu memetakan kawasan yang akan dijadikan sasaran. Di kawasan itu, mereka lantas mencari rumah yang ada motornya. Dengan catatan pintu pagar terbuka.

Setelah menemukan sasaran, Anton melakukan aksinya. Sedangkan, Asnawi bersiap di motor sembari bertugas mengawasi kondisi sekitar.

“Jadi Asnawi ini memberikan kode dengan tangan jika lingkungan sepi. Kalau ada orang ia menganggukkan kepalanya pada Anton,” bebernya.

Saat kondisi sepi, Anton masuk ke rumah yang pagarnya tidak dikunci. Begitu motor berhasil dicuri,  keduanya kabur. Salah satu korban keduanya yaitu Urfatun, 24, adik dari Pratu Andik S. Anggota Kodim 0820 yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Sepoh Gembol, Kecamatan Sumberasih.

Menurut keterangan Pratu Andik, yang tinggal serumah dengan korban, ia mendapatkan kabar dari korban bahwa motor Honda Beat warna putih biru miliknya dicuri. Kejadian itu berlangsung pukul 10.00, Jumat (14/6).

Mulanya motor tersebut dipakai untuk fotokopi. Selanjutnya, korban masuk sebentar sementara motor terparkir di teras rumah dengan keadaan kunci melekat. Kurang dari tiga menit, motor sudah raib.

“Ada yang lihat motor itu dicuri tukang amal. Namun saat dicari sudah tidak ada,” ungkap Pratu Andik.

Saat mendengar ada pencuri motor berkedok peminta amal ditangkap Polresta, Pratu Andik pun mengecek. Rupanya benar, dari lima motor yang dijadikan barang bukti, satu di antaranya milik Urfatun.

“Tapi kondisinya sudah diprotoli. Jadi tinggal rangkanya saja,” bebernya.

Pelaku Asnawi mengaku, dia ingin memiliki motor milik korban Urfatun. Sehingga, motor itu diprotoli agar tidak ketahuan. Dan kemarin, Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal menyerahkan motor tersebut kepada Pratu Andik dengan menandatangani pernyataan simpan-pinjam alat bukti. (rpd/hn)