Ombak Tinggi, Tangkapan Nelayan Pasuruan Menurun

LEKOK – Selama seminggu ini, tinggi ombak di selat madura termasuk di sisi utara Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Diperkirakan hingga mencapai 1,5 meter.

Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan pun mengimbau, nelayan berhati-hati dan memilih untuk menunda melaut jika ombak dirasa cukup tinggi untuk melaut.

Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menjelaskan, tingginya ombak ini

lantaran pengaruh angin muson timur. “Saat ini rata-rata ombak di perairan Kabupaten Pasuruan mencapai 0,5 sampai 1,5 meter,” katanya.

Lantaran itu, nelayan pun diimbau melihat situasi ombak dan cuaca terlebih dahulu sebelum melaut. “Kalau ombak dirasa tinggi, diharapan menunda dulu sampai dirasa aman,” ujarnya.

Ombak tinggi sendiri diprediksi masih akan berlanjut sampai Agustus mendatang. Tingginya ombak ini dikatakan juga berimbas pada hasil tangkapan ikan yang cenderung menurun.

Mahmud, 55, nelayan asal Jatirejo, Kecamatan Lekok mengeluhkan sudah 5 hari ini ombak memang cukup tinggi. Bahkan, diperkirakan tinggi ombak mencapai 2 meter. “Jadi, karena ombak tinggi, nelayan sekarang pilih aman mencari ikan di tepian, tak sampai ke tengah laut,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yasin, 50, nelayan asal Jatirejo, Lekok. “Kendati ombak tinggi kita tetap memilih melaut kendati tidak sampai tengah. Karena kalau gak melaut ya gak ada penghasilan,” terangnya.

Selain ombak tinggi yang membahayakan, tangkapan saat angin muson timur ini juga menurunkan tangkapan ikan nelayan hingga 50 persen. (eka/mie)