Nyantai di Teras, Pensiunan PNS asal Wangkal Ditembak Anak Tetangga

TERTEMBUS PELURU: Leher Sunardi tertembus peluru senapan angin di lehernya (foto kiri). Ia ditembak oleh Kamarul (kanan), inset senapan angin yang digunakan pelaku diamankan polisi. (Istimewa)

Related Post

GADING – Setiap siang menjelang sore, Sunardi, 68, pensiunan PNS (Pegawai Negeri Sipil) biasa duduk santai di teras rumahnya. Namun, di hari Minggu (30/6) itu, aktivitas bersantainya itu membuatnya terluka. Sebuah peluru dari senapan angin melesat mengenai leher kanan.

Warga Dusun Krajan, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, itu pun kaget. Dia merasa lehernya dihantam sesuatu dengan tiba-tiba. Rasanya sakit, kemudian berganti perih.

Sunardi pun spontan memegangi lehernya. Dia tidak sadar telah jadi korban tembakan sebuah senapan angin yang dilakukan tetangganya. Yaitu, Kamarul, 58, warga Desa Kalipenggung, Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Saat itu juga, korban dilarikan ke IGD RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Saat dirawat di IGD barulah korban tahu, dia jadi korban tembakan senapan angin.

Peluru berukuran 4,5 milimeter masuk ke leher kanan. Sehingga membuat korban mengalami luka dan berdarah. Beruntung, nyawa korban selamat.

Kapolsek Gading Iptu Bagus saat dikonfirmasi membenarkan insiden penembakan itu. Menurutnya, peluru berukuran 4,5 milimeter itu masuk ke leher korban. Karena itu, korban dibawa ke RSUD Waluyo Jati untuk pengangkatan proyektil. “Korban selamat. Pelurunya bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, penembakan itu terjadi pukul 14.30. Saat itu pelaku Kamarul berada di jendela rumah orang tuanya. Jaraknya dengan rumah korban sekitar 20 meter.

Kamarul yang memegang senapan angin, lantas membidik korban yang tengah santai. Tidak lama kemudian, dia melepaskan peluru di senapan.

“Pelaku itu berada di jendela rumah orang tuanya. Kebetulan ia membawa senapan angin. Dia lantas membidik korban. Tidak lama kemudian bidikan tersebut dilepas dan pelurunya tepat mengenai korban,” ujarnya.

Setelah melakukan aksinya, Kamarul kabur. Beruntung, anak korban yakni Ali Fanu melapor ke petugas Polsek Gading. Sehingga, petugas langsung mengejar Kamarul. Ia pun berhasil diamankan saat itu juga.

Saat dimintai keterangan, Kamarul ngomong tak jelas. Karena itu, ia kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) Lawang untuk diperiksa. Pihak kepolisian melakukan hal itu untuk mengetahui seberapa jauh pelaku mengalami gangguan jiwa. “Kami bawa ke RSJ Lawang untuk mengetahui sejauh mana pelaku mengidap gangguan jiwa,” jelas perwira polisi dengan dua setrip di pundaknya itu.

Selain berhasil mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti. Yaitu, sebuah senapan angin ukuran 4,5 MM, lengkap dengan teleskop, tanpa merek. Juga satu proyektil senapan ukuran 4,5 milimeter yang masuk ke leher korban. (sid/hn)