Liburan Sekolah, Kok Makin Banyak Anjal yang Mangkal ya?

GEMPOL – Beberapa meter dari bundaran Apollo di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, sejumlah petugas Satpol PP setempat turun dari mobil patroli. Begitu turun, petugas langsung mengepung enam anjal yang mangkal di bundaran. Semuanya pun berhasil diamankan.

MASIH REMAJA: Anjal dari operasi di Apollo, Gempol dikirimkan ke Dinas Sosial Minggu (30/06) lalu. (Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Mereka tidak sempat kabur karena tidak mengetahui kedatangan petugas, Senin (1/7) pagi itu. Begitu diamankan, enam anjal itu langsung dinaikkan ke truk patroli. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mako Satpol PP Kabupaten Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil.

“Ada enam anjal yang terjaring razia, semuanya remaja. Terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan,” tegas Kasi Tibum di Satpol PP Kabupaten Pasuruan Ajar Dollar.

Menurut Ajar, selama liburan sekolah, makin banyak anjal yang ditemukan di kabupaten. Karena itu, Satpol PP makin intens melakukan operasi.

“Kebanyakan karena pergaulan, apalagi sekarang musim liburan sekolah. Anjal jadi makin banyak yang ditemukan di jalanan Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Enam anjal yang diamankan di Bundaran Apollo itu bahkan sudah dua hari terakhir luntang-lantung di Gempol. Biasanya, mereka ngamen berpindah-pindah tempat. Semuanya dari luar kabupaten. Empat anak dari Bojonegoro, satu dari Tuban, dan satu dari Lamongan.

Selain di bundara Apollo, anjal juga ditemukan mangkal di sejumlah titik. Seperti di simpang empat Gempol dan Legok, Kecamatan Kejapanan.

Selain di kawasan bundaran apollo di Gempol, sehari sebelumnya pada Minggu (30/06), Satpol PP juga merazia anjal. Dua anjal diamankan dari bawah Jembatan Kedung Larangan, Kecamatan Bangil. Mereka lantas dikirim ke Rumah Singgah Dinsos Kabupaten Pasuruan.

Wahyu Widodo, kasi pelayanan rehabilitas sosial di Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, delapan anjal yang terjaring langsung menjalani assessment. Mulai pembersihan, pendataan, dan pemeriksaan psikologi.

“Usia mereka antara 17 sampai 19 tahun. Mayoritas sudah putus sekolah. Ada satu yang mengaku baru naik kelas dan kami upayakan tetap bisa melanjutkan sekolah,” jelasnya.

Karena semua anjal berasal dari luar daerah, maka Dinsos Kabupaten Pasuruan menghubungi Dinsos asal anjal setempat untuk memulangkan mereka ke rumah masing-masing. “Harapannya, dengan memulangkan ke keluarganya, anaknya bisa lebih diperhatikan dan tidak ke jalan lagi,” terangnya.

Sebab, masalah anjal biasanya selain pergaulan, juga karena masalah keluarga. Seperti broken home. Sehingga, tetap perlu peran keluarga untuk membuat anak tidak lagi turun ke jalanan. (eka/zal/fun)