Harga Ayam Turun, PKL Merasa Terbantu Modal

TUNGGU PEMBELI: Pedagang di alun-alun. Dengan turunnya harga ayam, pedagang yang memakai bahan baku jenis daging ini sedikit lega. (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Turunnya harga ayam potong membuat pelaku usaha makanan yang menggunakan bahan baku daging ini, sedikit terbantu. Setidaknya, para pedagang bisa meminimalisasi modal.

Meski begitu, para pedagang mengaku, turunnya daging ayam tak mengubah keuntungan. Mengingat penjualan produk makanan tidak bertambah lebih banyak.

“Tidak pengaruh banyak untuk keuntungan meskipun harga ayam turun. Karena penambahan keuntungan itu tergantung dari ramainya omzet penjualan,” ujar Nastiti, 30, salah satu penjual soto ayam di alun-alun saat ditemui Minggu (30/6).

Nastiti menjelaskan, bagi penjual makanan dengan kapasitas produksi hanya 5 kg setiap hari, penurunan harga daging ayam tidak berdampak besar. Namun, bagi pelaku usaha katering jelas pengaruh. “Kalau katering kan beli daging ayam dalam jumlah besar. Pasti terasa untuk keuntungannya. Memang modal turun karena harga ayam turun, tapi tetap ada biaya produksi lain juga,” tambahnya.

Hal berbeda diungkapkan Rahayu, 45, pembuat kue tradisional di Kelurahan kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Dia merasa sangat terbantu dengan turunnya harga ayam. Mengingat beberapa jenis kue yang dibuatnya menggunakan daging ayam.

“Seperti lemper, pastel, sosis solo kan banyak pakai daging ayam. Sehari bisa sampai 10 kg daging ayam kalau pas pesanan banyak. Dengan harga yang sempat saya beli Rp 24 ribu per kg, untuk 10 kg habis Rp 240 ribu. Dulu pernah mau puasa 1 kg sampai Rp 50 ribu, padahal pesanan buat takjil banyak untuk sosis solo. Akhirnya ndak buat karena kemahalan,” tambahnya.

Rahayu mengungkapkan, dengan harga daging ayam yang murah ini, dia bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. “Uang yang seharusnya untuk modal beli ayam berkurang, jadi laba lebih besar,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, harga daging ayam di Kota Probolinggo sempat turun drastis. Harganya bahkan sempat menyentuh kisaran Rp 23-24 ribu per 1 kg.

Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan 3 minggu sebelumnya, tepat saat Lebaran yang masih mencapai Rp 36 ribu per kg. Penurunan harga daging ayam tidak lepas karena terjadi kelebihan produksi ayam potong di peternak. (put/fun)