Dorong Tingkatkan PAD dari Parkir

BANGIL – Proyeksi pendapatan yang diusung Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan dinilai masih terlalu rendah. Tahun ini, Dishub menargetkan pendapatan Rp 10 miliar.

Target itu dinilai target cari aman. Sebab, masih di bawah target P-APBD 2018 lalu. Kritikan itu disampaikan oleh Nik Sugiharti, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan saat rapat kerja pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018, Senin (1/7).

Menurut Nik, peluang untuk memburu target lebih tinggi sejatinya bisa dilakukan Dishub Kabupaten Pasuruan. Sebab, sepanjang 2018 lalu, Rp 10,2 miliar berhasil dihimpun Dishub untuk pemasukan daerah. “Sementara tahun ini hanya menargetkan Rp 10 miliar. Artinya, ada penurunan target,” katanya.

Nik memandang, Dishub seharusnya bisa memasang target lebih tinggi. Baik dari retribusi parkir ataupun dari sektor lainnya. Seperti pengujian kendaraan bermotor, izin trayek, dan sektor lainnya.

Kenyataannya, Dishub Kabupaten Pasuruan tak merealisasikannya. Kenaikan target yang dipasang, hanya berdasarkan APBD induk tahun 2018 sebesar Rp 9,9 miliar. “Targetnya sangat kecil. Hanya sekitar dua persen. Seharusnya bisa digenjot hingga paling tidak 5 persen,” ulPNSya.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Trijono Isdijanto menguraikan, perolehan target tersebut bakal dievaluasi dalam P-APBD 2019. Sebenarnya, target PAD yang dikejar Dishub ada kenaikan jika dibandingkan APBD induk 2018.

“Saat ini sudah sekitar 44 persen tercapai. Kami akan melakukan evaluasi, dalam P-APBD 2019,” terangnya. (one/mie)