Calon Siswa Rela Mengantre Sejak Subuh saat PPDB SMP di Kota Pasuruan

PASURUAN – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Pasuruan telah berlangsung sejak Senin (1/7). Sejumlah sekolah negeri itu pun langsung dijejali wali murid dan calon peserta didik yang mendaftar. Bahkan, beberapa wali murid rela berangkat sejak subuh demi mendapatkan daftar tunggu atau antrean di urutan paling depan.

RATUSAN: Sejumlah calon siswa yang mengikuti PPDB di SMPN 1 Pasuruan, Senin (1/7) pagi. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Misalnya saja, kondisi yang terjadi di SMP Negeri 4 Pasuruan. Joko Santoso, salah seorang wali murid asal Kelurahan/Kecamatan Purworejo mengaku terlambat berangkat ke sekolah yang dituju anaknya. Pasalnya, ia tiba di sekolah sekitar pukul 08.00. Sementara antrean yang dibatasi sampai 100 pendaftar itu sudah habis.

“Saya pikir begitu pendaftaran dibuka baru antre. Ternyata banyak warga lain yang datang lebih pagi. Ada yang berangkat subuh tadi, dapat antrean ke enam,” kata Joko saat ditemui di halaman sekolah.

Sementara, Alimudin, warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo berangkat lebih pagi. Sekitar pukul 05.30, ia dan anaknya telah tiba di SMP Negeri 1 Pasuruan. Meski begitu, antrean juga telah mengular panjang.

“Dari 200 nomor antrean yang disediakan panitia, saya mendapat nomor urut 125. Baru selesai pukul 11.00,” jelasnya.

Kondisi hampir sama juga terjadi di SMP Negeri 1 Pasuruan. Rudi, wali murid asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo juga berangkat sekitar pukul 05.30. Namun pagi itu belum banyak wali murid yang antre. Sekitar empat orang.

“Namun setelah agak siang mulai ramai. Akhirnya kami berinisiatif membuat antrean sendiri, ujarnya.

Kendati demikian, Rudi juga mengaku senang dengan adanya kebijakan sistem zonasi yang diterapkan pemerintah. Hal itu, kata dia, cukup membantu peserta didik untuk dapat bersekolah di sekolah negeri terdekat dari rumah.

“Dulu mau masuk SMP 1 susah, harus dengan nilai tinggi. Sekarang ada zonasi ini malah yang nilai pas-pasan peluangnya sama dengan yang berprestasi. Ya menguntungkan contohnya bagi anak saya,” katanya.

Ia juga tak merasa kesulitan dengan kebijakan tersebut. mulai dari tahapan pendaftaran. Mulai dengan pengisian berkas hingga pengembalian dan verifikasi berkas pendaftaran ke sekolah. “Karena ada pengarahan dari guru di SD anak saya terkait dengan zonasi ini, dikasih tahu juga cara-caranya seperti apa,” tandasnya.

Panitia PPDB SMP Negeri 1 Pasuruan, Muhammad Choirul Anam menjelaskan proses pendaftaran memang baru dibuka pukul 08.00. Sebab, saat pengembalian dan verifikasi berkas, pihak panitia juga harus menginput data ke sistem PPDB online. “Servernya beroperasi mulai pukul 08.00,” katanya.

Daya tampung peserta didik di SMP Negeri 1 Pasuruan sendiri, lanjut Choirul, sebanyak 256 siswa. Akan tetapi, tahun ajaran kemarin ada dua siswa yang tidak naik kelas. Sehingga pagu dapat berkurang sesuai jumlah tersebut.

Ia menyebut, saat ini ada delapan rombongan belajar untuk peserta didik yang duduk di bangku kelas VII. Masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. “Ketentuan zonasinya untuk SMPN 1 Pasuruan berada di semua kelurahan di Panggungrejo,” tambahnya.

Dari daya tampung peserta didik tersebut, 80 persen peserta didik yang akan diterima nantinya merupakan berasal dari jalur zonasi. Sementara sisanya, terdiri dari 15 persen jalur prestasi dan 5 persen kuota perpindahan tugas orang tua atau wali murid.

“Jadi wali murid yang datang ke sekolah hanya mengembalikan form pendaftaran serta verifikasi berkas. Setelah itu operator kami yang memasukkan data ke dalam sistem. Wali murid mendapat bukti pendaftaran agar bisa memantau hasil seleksi via internet,” pungkasnya. (tom/fun)