Baru Tiga Bulan, Sudah Temukan 134 Kasus Penderita TBC di Kota Pasuruan

BUGULKIDUL – Jumlah penderita tuberculosis (TBC) di Kota Pasuruan tahun ini masih cukup tinggi. Sepanjang 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat ada 134 penderita TBC.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengungkapkan, temuan pasien TBC di Kota Pasuruan semakin meningkat. Ini, tidak terlepas dari jangkauan kader kesehatan yang semakin baik.

Pada 2016, tercatat ada 227 penderita TBC dan pada 2017 Dinkes Kota Pasuruan mencatat ada 254 penderita. Selanjutnya, pada 2018 ditemukan 568 penderita. Dan tahun ini sampai triwulan pertama atau akhir Maret saja, Dinkes menemukan 134 penderita TBC. Jumlah ini cukup banyak, sebab hampir seperempat dari jumlah penderita TBC pada 2018.

Pada 2019, bahkan 19 penderita di antaranya meninggal dunia. Namun, penyebab mereka meninggal bukan karena menderita TBC semata.

“Memang ada penderita yang meninggal. Namun, ternyata mereka memiliki riwayat penyakit bawaan. Bukan karena disebabkan TBC semata,” ungkapnya.

Shierly menjelaskan, TBC dapat menyebar melalui udara serta menular pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah. TBC dapat dikenali dengan sejumlah tanda. Di antaranya, batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun 10 persen, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas, dan badan terasa lemah.

Menurutnya, penyakit ini dapat disembuhkan asalkan penderita berobat dengan teratur. Jika penderita tidak teratur minum obat, maka tubuhnya bisa kebal dari obat. Dan akhirnya, penyembuhannya butuh waktu lebih lama. Akibat yang lebih buruk, penyakit ini berisiko menyebabkan kematian.

“Namun, sayangnya banyak masyarakat yang menyepelekan penyakit ini. Mereka enggan memeriksakan diri dan meminum obat. Akibatnya bisa fatal,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes rutin melakukan imunisasi TB. Juga sosialisasi untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Serta, bagi penderita menggunakan masker agar bakterinya tidak menular ke orang lain.

“TBC memang dapat menyebabkan kematian, tapi penyakit ini dapat disembuhkan. Asalkan teratur minum obat,” pungkas Shierly. (riz/fun)