60 Persen CJH di Kabupaten Probolinggo Berisiko Tinggi

SEMANGAT: Ratusan calon jamaah haji di Kabupaten Probolinggo saat mengikuti manasik haji di miniatur Kakbah di Gending, Senin (1/7) siang. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING – Sebanyak 903 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Probolinggo bakal berangkat tahun ini. Senin (1/7), mereka melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten di miniatur Kakbah Bentar, Gending.

PINGSAN: Salah satu CJH yang pingsan saat mengikuti manasik. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Manasik kemarin adalah bagian dari tahapan sebelum CJH benar-benar berangkat ke tanah suci. Mereka juga diimbau untuk selalu waspada, termasuk cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi. Sehingga, mereka diminta menjaga kondisi kesehatan sebelum dan selama menunaikan ibadah haji di Makkah. Karena suhu panas di Makkah hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Probolinggo.

”Di sini paling ekstrem cuaca panasnya 30 derajat Celsius. Kalau di Makkah, bisa 47 lebih derajat Celsius. Sehingga, calon jamaah diharapkan untuk lebih jaga kondisi kesehatan,” kata Abdul Nasir, salah satu panitia penyelenggaran manasik haji Kabupaten Probolinggo.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, seluruh CJH begitu bersemangat mengikuti manasik haji. Meski cuaca cukup terik, semuanya antusias mengikuti prosesi sampai akhir. Alhasil, saat manasik haji ada satu CJH asal Desa Pondok Wuluh Leces yang jatuh pingsan.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Santoso melalui Kasi Haji dan Umrah Taufiq mengatakan, para CJH harus benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan saat melaksanakan ibadah haji. Mengingat, saat ini cuaca ekstrem terjadi dan diperkirakan suhu panas di Makkah jauh lebih tinggi di Probolinggo.

”Jangan melakukan pekerjaan yang di luar kewajiban ibadah haji dulu. Untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh selama menunaikan ibadah haji,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Disinggung soal CJH dengan risiko tinggi (risti), Taufiq mengungkapkan, dari 903 CJH, ada sekitar 60 persen yang masuk kategori tersebut. Mereka tidak hanya karena CJH lanjut usia (lansia), tetapi ada juga CJH yang memang istithaah dengan pendampingan. Sehingga, petugas pendamping, tim medis, dan lainnya butuh ekstra dalam pendampingan.

”Kami berharap para calon jamaah untuk menjaga kesehatan masing-masing. Supaya, bisa menunaikan ibadah haji secara sempurna,” harapnya.

Taufiq menambahkan, CJH asal Kabupaten Probolinggo masuk kloter 13 dan 14. Rencana awal, mereka bakal berangkat tanggal 11 Juli mendatang. Namun, ada perubahan jadwal dan pihak bandara Arab Saudi. Sehingga, jadwal pemberangkatan dimajukan sehari yaitu tanggal 10 Juli.

”Jumlah CJH yang berangkat kembali berubah. Awalnya 905 orang, ternyata satu orang meninggal dan satu lagi minta ditunda tahun depan. Jadi, angka terakhir ada 903 calon jamaah yang bakal berangkat,” paparnya. (mas/fun)