Warga Gending Ini 3 Kali Berangkatkan TKI Ilegal, Dapat Imbalan Segini

PAJARAKAN – Rudiyanto, 40, warga Randupitu, Kecamatan Gending ternyata tidak hanya sekali memberangkatkan pekerja keluar negeri dengan cara ilegal. Tersangka human trafficking atau perdagangan manusia itu, mengaku sudah tiga kali melakukannya.

Menurut Rudiyanto, tiga orang itu semuanya berangkat atas permintaan sendiri. Mereka semua bekerja di Malaysia. Dan atas jasa tersebut, ia mendapatkan imbalan Rp 1 juta per orang.

Hal itu, diungkap Rudiyanto di Mapolres Probolinggo. “Saya sudah tiga kali memberangkatkan orang. Itu saya lakukan atas pemintaan orang yang mau berangkat,” ujarnya saat dimintai keterangan.

Menurutnya, warga Probolinggo yang diberangkatkan ke Malaysia tersebut dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Itu sesuai dengan permintaan majikan yang mencari pembantu.

“Ada yang minta kepada saya. Ya orang Malaysia yang minta. Jadi dia minta dicarikan pembantu dan saya dikasih satu juta,” ungkapnya.

Ia mengaku melakoni pekerjaan tersebut hanya satu tahun. Yaitu, pada 2014 saja. Setelah itu, ia tidak mencari pembantu lagi, meskipun ada yang meminta.

“Terakhir Intan (Intan Kandiyati, Red.) itu. Selain itu sudah tidak ada. Saya juga berhenti mencari pembantu,” tandasnya.

Intan Kandiyati, 26, warga Condong, Kecamatan Gading menurut pelaku, berangkan ke Malaysia atas permintaan sendiri. Alasannya, korban ingin kerja keluar daerah. Selain itu, korban memiliki aib yaitu pernah diperkosa.”Dia itu pernah diperkosa. Karena itu meminta kepada saya pekerjaan keluar daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwy Kurniyanto mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki keberadaan korban. Pasalnya, korban sendiri belum ditemukan.

“Masih kami cari. Korban masih belum ditemukan. Untuk pelaku kami kenapan pasal perdagangan manusia,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rudiyanto ditetapkan sebagai tersangka human trafficking atau perdagangan manusia oleh Polres Probolinggo. Dia jadi tersangka setelah dilaporkan oleh pasutri Sukandi-Susiyati, telah memberangkatkan anaknya ke Malaysia. Yaitu Intan Kandiyati.

Intan berangkat tanpa ke Malaysia tanpa sepengatahuan orang tuanya. Dia pamit pergi membeli kue pada April 2014, di suatu malam. Namun, sampai kini Intan tidak pulang. (sid/hn)