Verifikasi Bosda PAUD, Tiap Lembaga Jumlahnya Berbeda

PANGGUNGREJO – Rencana Pemkot untuk mencairkan bantuan operasional daerah (BOSDA) bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pasuruan kian dimatangkan. Sejauh ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) kota setempat masih dalam proses verifikasi.

Kasubbag Penyusunan Program pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Sutrisno mengungkapkan, Pemkot mengalokasikan Rp 1.113.000.000 melalui APBD 2019. Anggaran diperuntukkan bagi 230 lembaga PAUD.

Saat ini, Dinas P dan K masih melakukan tahap verifikasi pada lembaga dan siswa penerima BOSDA tahun ini. Selanjutnya, P dan K bakal mengajukan nota dinas melalui bagian keuangan untuk mencairkannya.

“Anggaran untuk PAUD tahun ini lebih besar dibandingkan tahun 2018 lalu. Jika tahun 2018, Pemkot mengalokasikan BOSDA PAUD sebesar Rp 1.013.160.000, maka tahun ini ada kenaikan sebesar Rp 99.840.000 menjadi Rp 1.113.000.000,” ungkapnya.

Tris-sapaan akrabnya menjelaskan, alokasi BOSDA yang diberikan setiap lembaga PAUD berbeda-beda. Ini bergantung pada jumlah siswa yang dimiliki. Setiap lembaga mendapatkan alokasi Rp 120.000 per tahun untuk setiap siswa.

Lembaga PAUD yang mendapatkan BOSDA harus memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya, lembaga sudah terdaftar secara hukum minimal satu tahun dan lembaga tersebut sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).

“BOSDA ini harus dialokasikan untuk kegiatan pembelajaran dan bermain seperti penyediaan bahan bermain dan belajar, kegiatan pendukung seperti penyediaan buku administrasi dan kotak P3K, serta kegiatan lainnya seperti perawatan sarana dan penyediaan fasilitas internet,” terang Tris. (riz/fun)